TINEMU.COM- Roy Freeman (Russell Crowe) adalah mantan detektif pengidap Alzheimer dan kehilangan ingatan masa lalunya. Semua barang di rumahnya dipenuhi catatan untuk memandunya dalam menjalani hidup sehari-hari. Suatu hari dia didatangi petugas sosial mengabarkan bahwa terpidana hukuman mati dari satu kasus pembunuhan yang pernah ditanganinya dulu akan segera dieksekusi.
Sang terpidana ingin bertemu. Ternyata Roy Freeman diminta untuk menolongnya karena sang terpidana mengatakan bukan dia pembunuhnya, walaupun dulu pernah mengaku.
Roy Freeman akhirnya kembali harus menanyai orang-orang yang berkaitan dengan pembunuhan itu. Banyak adegan flashback di sana-sini untuk meyakinkan penonton bahwa karakter pengidap Alzheimer ini tengah berusaha keras menyelesaikan tugasnya.
Baca Juga: Film Terbaru Keanu Reeves Kisahkan Tentang Penerbangan Jarak Jauh
Cerita beralih pada hubungan segitiga cinta antara Prof. Wieder (Marton Csokas), asistennya Laura Baines (Karen Gillan), dan seorang penulis, menambah dimensi baru ke dalam cerita. Sayangnya kemampuan Roy untuk menyelesaikan kasus dengan keadaan pikiran terbuka dan ingatannya yang perlahan mulai kembali, tak menjadikan film ini istimewa.
Meskipun modal cerita film ini cukup menarik, sutradara Adam Cooper mengakhiri film ini menjadi seperti potongan drama detektif biasa. Beda dengan Knox Goes Away yang premisnya mirip-mirip, tapi lebih dinamis- tentang seseorang menyelesaikan tugas di tengah penyakit kepikunannya- akibatnya twist menghebohkan di bagian akhir film ini mudah ditebak. **
Artikel Terkait
Kisah Seniman Buruk Wiseau dan Flo- Tak Bermaksud Membuka Aib
Misi Sabotase oleh Churchill lewat Sekumpulan Berandalan Andal
Cinta Segitiga? Ini Soal Merusak Hubungan dalam Challengers
'Marni The Story of Wewe Gombel' Tawarkan Action Horor