temu-serasi

DEATH- Anomali Dunia Musik Rock (Bag.1)

Selasa, 16 Januari 2024 | 16:17 WIB
foto : deathfromdetroit.com

TINEMU.COM- Bagi penggemar musik rock khususnya metal bisa jadi mengira ini film dokumenter tentang grup “Death” metal Amerika pimpinan Chuck Schuldiner terbentuk pada 1984- merilis beberapa album diantaranya Leprosy (1988) dan Spiritual Healing (1990) yang sangat familiar di kalangan penggiat musik metal- bahkan di Indonesia.

Ternyata ada grup lain dengan nama sama pernah terbentuk tahun 1970. Selanjutnya, untuk membedakan grup ini dengan Chuck Schuldiner di mesin pencari “Death” dijelaskan dengan kata kunci (punk band) atau Death (from Detroit).

Band yang menjadi fokus utama film ini tak hanya fenomenal. Ia juga anomali: terbentuk di era 1970-an, ditolak banyak radio dan label rekaman, merekam albumnya sendiri dan baru mendapatkan apresiasi 35 tahun kemudian ketika personilnya sudah meninggal dunia dan membentuk band lain.

Baca Juga: Nawi Ismail : Tokoh Minor Film Kita (Bag.1)

Sebelum menyimak kisahnya barangkali kita akan berseloroh mungkin karena namanya sendiri adalah “Death” – jadi kurang “hoki”. Bisa jadi. Tapi ada banyak kisah lain: mereka mengalami diskriminasi di kalangan orang kulit hitam sendiri karena memainkan musik rock yang dianggap “musik kulit putih”!

Sulit dipungkiri di masa itu (juga sekarang)- musisi kulit hitam lebih diapresiasi (dan paling dikenal) karena memainkan musik blues,jazz, soul, juga funk, R&B, reggae, disko dimotori label musik berpengaruh khususnya untuk musisi kulit hitam- Motown Records.

Baca Juga: Nawi Ismail : Tokoh Minor Film Kita (Bag.2)

Barangkali ceritanya akan berbeda jika “Death” muncul di era sekarang atau 2000-an pun 1990-an- tatkala era globalisasi mulai muncul, liberalism, dan demokrasi berkesenian diterima. Sekarang kita mengenal grup rock beranggotakan para dara berhijab VOB atau Voice of Baceprot sibuk tur keliling Eropa hingga Amerika. Peggy Gou keturunan Korea Selatan dan Jerman eksis di jalur techno-house music yang umumnya didominasi musisi Eropa- juga ada Rich Brian rapper berdarah Indonesia.

foto : Wikipedia

Sebenarnya dalam industri musik rock itu sendiri, sudah ada “Living Colour”- band rock kulit hitam yang meraih kesuksesan pada 1989 sebagai artis pendatang baru MTV. Mereka juga pernah mendapatkan piala Grammy Award pada 1993.

Lebih jauh, ada gitaris rock kulit hitam Tony MacAlpine yang berkibar sejak 1986- dan dikenal sebagai penerus aliran “neoclassical metal”. Tony setelah itu banyak berkolaborasi dengan sederet musisi rock seperti Billy Sheehan, Mark Boals, juga G3 (Joe Satriani,Steve Vai).

Baca Juga: DEATH- Anomali Dunia Musik Rock (Bag.2)

Ada Jimi Hendrix yang juga berkibar sendirian sebagai gitaris blues rock era 1970-an dari Seattle. Juga Derrick Green, vokalis Sepultura yang bergabung sejak 1998 menggantikan Max Cavalera.

“A Band Called Death” (2013) adalah kisah tiga bersaudara musisi- David, Dennis dan Bobby Hackney-lahir dari keluarga pendeta di Detroit tahun 1950-an. Di masa remaja, tiga bersaudara ini seperti layaknya remaja kebanyakan di daerahnya dipengaruhi oleh musisi-musisi kulit hitam yang tergabung di label Motown & Parliament.

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB