TINEMU.COM - Jonah Berger, seorang profesor pemasaran dari Wharton School, melalui bukunya Contagious: Why Things Catch On, mengungkapkan alasan di balik fenomena viral—mengapa suatu ide, produk, atau perilaku menyebar dengan cepat.
Berger membedah ilmu tentang konten yang "menular" melalui kerangka kerja yang ia sebut sebagai STEPPS: Social Currency, Triggers, Emotion, Public, Practical Value, dan Stories.
Penjelasan dari setiap kerangka kerja tersebut adalah;
1. Social Currency
Berger menjelaskan bahwa orang cenderung membagikan sesuatu yang meningkatkan citra mereka. Seperti tren kuliner unik atau pengalaman eksklusif, hal-hal ini memberikan nilai sosial bagi individu yang membagikannya.
Sebagai contoh, restoran rahasia di New York menarik perhatian bukan hanya karena makanannya, tetapi juga karena eksklusivitasnya.
2. Triggers
Konsep ini menunjukkan bahwa asosiasi sehari-hari dapat memicu orang untuk mengingat dan berbicara tentang sesuatu.
Berger memberikan contoh bagaimana lagu "Friday" oleh Rebecca Black menjadi viral karena dikaitkan dengan pengalaman rutin orang-orang setiap menjelang akhir pekan.
3. Emotion
Konten yang memicu emosi tinggi, seperti kegembiraan, kemarahan, atau keterkejutan, lebih mungkin untuk dibagikan.
Namun, bukan hanya emosi positif yang efektif; bahkan rasa marah dapat membuat konten menjadi viral jika relevan dengan audiens.
4. Public
"Public" merujuk pada fenomena sosial di mana orang cenderung mengikuti apa yang terlihat.
Sebagai contoh, kampanye "Movember" sukses besar karena penggunaan simbol kumis yang mudah dikenali, menciptakan rasa keterlibatan kolektif.