TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar acara Bedah Buku Trilogi Kartini: Hidupnya, Renungannya, dan Cita-Citanya di ruang serbaguna Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta pada 19 Desember 2024.
Bedah Buku Trilogi Kartini karya Wardiman Djojonegoro ini bertujuan menambah wawasan masyarakat dalam hal kesastraan, menggali lebih dalam pemikiran dan perjuangan Kartini, serta menginspirasi masyarakat untuk menumbuhkan semangat literasi dan nasionalisme yang terkandung dalam tiap tulisan Kartini.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Ganjar Harimansyah mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam terselenggaranya bedah buku kali ini, yang merupakan seri kedua dari rangkaian bedah buku Trilogi Kartini karya Wardiman Djojonegoro.
Baca Juga: 24 Desember 1871, Opera Aida Pertama Kali Dipentaskan
“Bedah buku kali ini adalah bagian kedua dari rangkaian bedah buku Trilogi Kartini, yang pertama kami selenggarakan pada 13 Desember lalu. Bedah buku ini bukan sekadar bedah buku, tetapi merayakan tokoh yang hebat, yaitu R.A. Kartini, yang tentunya dapat kita jadikan inspirasi,” ungkap Ganjar.
Ganjar juga mengapresiasi Wardiman Djojonegoro atas penelitiannya yang telah melahirkan buku Trilogi Kartini dan mengajak para peserta untuk menjadikan semangat literasi yang dimilikinya sebagai panutan.
“Tentunya kita bisa berbangga dan mencontoh Prof. Wardiman, di usia ke-90 tahun tetap aktif menulis. Bagi generasi muda, patut kita contoh semangat dari Prof. Wardiman yang selalu selalu energik dan menginspirasi kita,” ujarnya.
Baca Juga: Grand Finals IPL 2024 Perpaduan Apik Olah Raga dan Showbiz
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam sambutannya secara daring, mengungkapkan Trilogi Kartini adalah sebuah karya tulis yang diharapkan akan menjadi inspirasi tidak hanya perempuan tapi masyarakat Indonesia terhadap sosok R.A. Kartini, khususnya para generasi muda.
“Buku ini adalah sebuah upaya kita untuk terus menggali dan mendapatkan inspirasi agar kita terus memiliki motivasi di dalam memajukan Indonesia, khususnya generasi muda yang akan terus melaksanakan dan meneruskan upaya cita-cita bangsa kita,” ujar Sri Mulyani.
Dengan mengkaji pemikiran-pemikiran Kartini, Sri Mulyani berharap dapat membuat kita berkontemplasi dan menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikannya salah satu pondasi kuat untuk kita maju ke depan.
Baca Juga: Apa yang Paling Berharga dalam Hidup Bagi Anda?
“Saya berharap dengan membaca Trilogi Kartini, generasi muda akan mendapatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi untuk melihat tantangan bangsa sendiri dan menyadarkan diri kita bahwa memajukan Indonesia merupakan tanggung jawab dan kewajiban kita semua,” tutupnya.
Wardiman Djojonegoro, penulis karya Trilogi Kartini yang merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993–1998, membuka acara bedah buku dengan mengungkapkan kecintaannya pada sosok Kartini yang ditemuinya dalam karya sastra sewaktu muda.
Artikel Terkait
Mengenal Reaktor Nuklir Kartini di Yogyakarta, Kini Berusia 44 Tahun
Kiprah Kartini dan Buahnya Bagi Wanita di Masa Kini
Single Baru Private Number : Gara Gara Melodi Lagu 'Ibu Kita Kartini'
Berkolaborasi dengan White Orchestra D'Cinnamons Rilis Single 'Kartini (Perempuan Hebat)'
Digelar di Hari Kartini, Road to RFID 2024 Dukung Potensi Sports Tourism dan Gaya Hidup Sehat