temu-serasi

Neo Gallery Hadirkan Deretan Maestro Seni di Art Jakarta 2025

Jumat, 3 Oktober 2025 | 23:37 WIB
Bapak Benny Raharjo berpose dengan Queen Cat (2025) karya Syakieb Sungkar

TINEMU.COM - Jakarta, 3 Oktober 2025 – Pameran seni rupa terbesar di Asia Tenggara, Art Jakarta 2025, resmi dibuka hari ini di JIEXPO Kemayoran Hall B3, Jakarta. Selama tiga hari, 3–5 Oktober 2025, ajang ini menghadirkan 75 galeri dari 16 negara yang menampilkan ribuan karya seni kontemporer. Dari sekian banyak galeri yang berpartisipasi, Neo Gallery menjadi salah satu sorotan utama dengan menghadirkan karya-karya dari sejumlah maestro seni rupa lintas generasi.

Dipimpin oleh Direktur Stefanus Randy Oenardi Raharjo, Neo Gallery tampil berani dengan menghadirkan karya seniman besar Indonesia hingga internasional. Nama-nama seperti Abdul Aziz, Affandi, Ahmad Sadali, Lee Man Fong, Pardoli Fadli, Paul Husner, hingga Syakieb Sungkar dipamerkan dalam satu ruang, memberi pengalaman yang kaya bagi para kolektor dan penikmat seni.

Abdul Aziz: Puisi Visual dari Bali

Abdul Aziz, seniman kelahiran Purwokerto yang menempuh pendidikan di Roma, menghadirkan karyanya Couple (1980). Karya minyak di atas kanvas berukuran 142 x 100 cm ini memperlihatkan ketertarikan Aziz pada sosok perempuan dan kehidupan sehari-hari Bali, ditangkap dengan nuansa Eropa yang kental.

Affandi: Energi Ekspresionisme Indonesia

Tak ketinggalan, legenda seni rupa Indonesia Affandi (1907–1990) menampilkan karya Boats and The Sun (1985). Dengan sapuan kuas khasnya yang berputar dan penuh tenaga, lukisan berukuran 97 x 131 cm ini ditawarkan dengan harga IDR 950 juta, menjadi salah satu karya ikonik yang menyedot perhatian pengunjung.

Seorang pengunjung tengah menikmati karya di Art jakarta 2025

Ahmad Sadali: Spirit Abstrak dan Spiritual

Karya Ahmad Sadali, pelopor abstraksi Indonesia, juga menjadi daya tarik. Dua karyanya, Brick Red Blocks and Remnants of Gold (1979) serta Brown Field (1985), menegaskan perpaduan warna, tekstur, dan simbol spiritualitas yang menjadi ciri khas sang maestro.

Lee Man Fong: Harmoni Timur dan Barat

Neo Gallery juga mempersembahkan karya Lee Man Fong, pelukis legendaris kelahiran Guangzhou yang pernah menjadi seniman istana Presiden Sukarno. Lukisan Gold Fish (76 x 108 cm, oil on board) menjadi bukti kemampuannya meramu gaya tinta Tiongkok dengan cat minyak modern.

Pardoli Fadli: Keindahan Perempuan dalam Kanvas Kontemporer

Dari generasi lebih muda, Pardoli Fadli menghadirkan tiga karya terbaru: Senandung Selendang Kuning, Gadis Bali, dan Gen Z. Karya-karya ini memperlihatkan konsistensinya menjadikan perempuan sebagai medium untuk mengekspresikan paradoks antara kekuatan dan kerentanan.

Paul Husner: Lintas Budaya Swiss–Bali

Halaman:

Tags

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB