TINEMU.COM - Setelah album pertama Semua Dari Cinta (1984) yang kurang sukses di pasaran, Nicky Astria cukup sukses dengan 3 album berikutnya yang musiknya diaransemen oleh Ian Antono, gitaris band Godbless. Ketiga album itu adalah Jarum Neraka (1985), Tangan-Tangan Setan (1986), dan Gersang (Kar’na Siapa) (1987).
Ian Antono pada rentang tahun tersebut tidak terlalu sibuk karena Godbless setelah merilis album Cermin (1980) belum merilis album lagi dan baru tahun 1988 merilis album Semut Hitam yang meledak penjualan kasetnya.
JARUM NERAKA
Album Jarum Neraka dirilis dalam format kaset oleh Billboard Indonesia pada tahun 1985. Menurut penuturan Nicky dalam sebuah wawancara (bisa dilihat di Youtube), bahwa album Jarum Neraka merupakan album penyanyi Indonesia yang pertama yang dirilis oleh Billboard Indonesia, karena sebelumnya hanya merilis album penyanyi dari luar negeri (penyanyi Barat).
Baca Juga: Review Film: The Gray Man, Ide Minimal - Aksi Maksimal
Album ini berisi 10 lagu yaitu dalam Side A: Jarum Neraka, Tujuh Kali Berdering, Misteri Cinta, Di Batas Kemenangan, dan Titik_Titik Bahagia. Sementara di Side B: Songsong Masa Depan, Kenyataan Hidup, Desah-Desah, dan Maha Pencipta.
Dari 10 lagu di album ini, ada 2 lagu yang sangat terkenal dan sering disetel di radio saat itu serta masih sangat identik dengan Nicky Astria yaitu lagu Jarum Neraka ciptaan Ian Antono & Areng Widodo dan lagu Misteri Cinta ciptaan Ully Sigar Rusady.
Lagu Misteri Cinta hampir selalu dimasukkan ke kaset kumpulan lagu slow rock 80an – 90an dan sering diputar di radio di acara pilihan pendengar yang merupakan permintaan pencinta lagu tersebut. Lagu lain yang cukup enak didengarkan adalah Di Batas Kemenangan dan Titik-Titik Bahagia.
Di dunia seni termasuk musisi dan penyanyi, seperti juga yang dilakukan penyanyi Amerika dan Eropa, di Indonesia juga ada yang mengonsumsi narkoba dan saat itu yang sangat dikenal adalah heroin dan morfin, selain ganja.
Baca Juga: Sinopsis Fim: The Gray Man, Film Agen Rahasia penuh Intrik
Orang-orang yang kecanduan morfin sering disebut morfinis dan ditandai dengan adanya bekas suntikan di lengan bawah tangannya. Ian Antono amat prihatin melihat fenomena ini dan menulis lagu dengan judul Jarum Neraka.
Lagu ini dibuat dalam irama rancak hard rock yang beatnya sangat tegas. Gebukan drum terasa tegas dengan perulangan dari pergantian kick drum dan snare, dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Pola drum agak mirip dengan lagu Highway to Hell dari band AC/DC tetapi lebih cepat.
Dari sisi liriknya, lagu ini menceritakan bahayanya narkotika, yang dulu banyak mengonsumsinya lewat jarum suntik. Penyebutan metafora jarum setan dan jarum neraka sudah jelas mengatakan bahayanya, yang bisa berakibat kematian yang sia-sia dan masuk neraka.
Lagu ini menohok sekali dan mengajak orang-orang untuk sadar dan menjauhi narkoba. Bagian lirik yang cukup puitis ada di bagian awal lagu yaitu Jarum-jarum setan menghujam urat nadi/ Wajahmu memucat darah membeku lagi/ Jarum-jarum setan bisa mencabut nyawa/ Kau bunuh dirimu secara perlahan. Lagu Jarum Neraka masuk dalam 150 Lagu Indonesia Terbaik versi majalah Rollingstone Indonesia edisi 50 bulan Desember 2009 di peringkat 54.