Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng Hyundai Kefico
Lagu Misteri Cinta sangat dikenal di mana-mana. Lagu ini dalam irama slow rock yang manis atau sweet rock. Dibuka dengan petikan gitar akustik dan kemudian drum dan bass masuk, dan bait pertama belum ada bass dan drum, hanya gitar dan kibor.
Bait 2 dan selanjutnya semua instrumen mengiringi. Pola seperti ini banyak ditempuh musisi atau band di lagu-lagu slow rock, yang memang di luar negeri juga banyak dilakukan. Sekilas pada interlude lagu ini ada pola yang sedikit mirip dengan lagu slow rock Soldier of Fortune dari band asal Inggris, Deep Purple.
Bagian lirik lagu ini yang terdengar sangat puitis adalah di bait 1 dan 3 (bukan refrein), yaitu: Kala cinta berlabuh di dermaga/ Kutelusuri karang terjal berliku/ Tak peduli pasirnya melukai/ Aku pasrah dalam rangkulnya// Aku menjadi bulan atas riaknya/ Aku menjadi bintang di atas gelombang/ Aku jadi segala yang diinginkannya/ Untuk didamparkan di pantai ini.
Metafora cinta sebagai kapal yang berlabuh di dermaga, dan di akhir bait 3 menjadi apa saja untuk didamparkan. Sungguh ironi yang sangat terasa, betapa di awal “berlabuh” dan akhirnya malah “didamparkan”, dari gerak bertenaga menjadi pasrah tak berdaya. Ah cinta memang sering absurd ya, dan di lagu-lagu cinta yang tema patah hati sering terkenal dan disukai banyak orang.
Baca Juga: Riset Cabai Merah, Enny Sudarmonowati Sabet Fulbright Visiting Scholar Program 2022
Lagu Di Batas Kemenangan dalam slow rock yang manis tetapi vokal Nicky terasa sangat bertenaga sehingga cukup kuat karakter rocknya. Lirik lagu ciptaan James F. Sundah ini cukup dalam dan mengingatkan betapa kehidupan laksana misteri.
Ada tak berdaya dan ada kalanya merasa menang bisa menjawab tantangan. Pada akhirnya tetap kesadaran pada kuasa Tuhan yang akan memberikan kekuatan dalam hidup, baik saat senang ataupun susah.
Bait 1 yang terasa amat puitis yaitu Misteri kehidupan di dunia/ Yang semakin tak tentu arahnya/ Dihempas badai bencana/ Direnggut malapetaka/ Di lingkar kekerasan/ Di kalut penderitaan.
Lagu Titik-Titik Bahagia ciptaan Jelly Tobing & Utje Anwar juga lagu slow rock yang sangat enak didengar. Suara kibor di lagu ini cukup bervariasi nadanya dan karakter suara mirip flute yang memberi kesan jauh dan haru, serta petikan gitar yang menambah kesan klasik lagu ini.
Baca Juga: KAI dan Yayasan Anne Avantie Ajak Anak -Anak Berkemampuan Khusus ke Museum Ambarawa
Lagu yang manis atau sweet rock yang enak dinikmati saat hari senja sehabis hujan. Bait 1 yang terasa puitis di lagu ini yaitu Sejuta kabut hitam/ Yang membelenggu hidupku/ Menyesakkan dada/ Berganti dengan adanya kasihmu.**
Budhi Setyawan, penyair dan dosen, penyuka musik dan puisi. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.
Artikel Terkait
Menduga Hubungan Lukisan Raden Saleh dengan Puisi Chairil Anwar
Cerbung Zabidi Sayidi : Petualangan Bocah-Bocah Sorotan (26)
Sosialisasikan Lagu Anak Indonesia, Kemdikbudristek Gelar Pentas Kita Cinta Lagu Anak (KILA)