Lukisan yang Menunjukkan Hitler Tidak Berbakat Jadi Pelukis

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Selasa, 4 Januari 2022 | 16:24 WIB
Lukisan Adolf Hitler
Lukisan Adolf Hitler

TINEMU.COM - Dalam banyak tulisan, Adolf Hitler sewaktu muda adalah seorang pelukis. Pada masa hidupnya yang disebut sebagai tahun-tahun di Wina, Austria (Viena years) yaitu antara 1908 - 1913, Adolf Hitler disebut-sebut hidup dari penjualan ratusan lukisan dan kartu pos yang dibuatnya.

Beberapa lukisan Adolf Hitler mengambil tema pemandangan baik alam maupun kota dengan gedung-gedung tinggi. Ia juga menggambar kastil dan jajaran pepohonan dan memandang Wina, ibukota Austria itu sebagai tempat yang paling ideal untuk meraih cita-citanya sebagai pelukis.

Beberapa karya lukisan Adolf Hitler bisa dlihat pada link ini.

Baca Juga: Mangayubagya Peresmian Taman Budaya Gunung Kidul Dimeriahkan Konser Yogyakarta Royal Orchestra

Termotivasi oleh sahabat karib dan teman satu kamar di rumah sewanya yang bernama August Kubizek, Hitler berniat mengajukan diri belajar di Akademi Seni Rupa Wina (Viena Academy of Fine Arts). Jika Kubizek diterima untuk belajar di konservatorium musik, Hitler justru menemui kegagalan.

Meski lolos tes awal, panitia penerimaan melihat kemampuan menggambar Hitler belumlah sempurna. Tidak menerima keputusan itu, Hitler berusaha membuktikan bahwa panitia itu salah dengan mengasah lagi kemampuannya membuat sketsa, berlatih bersama seniman-seniman lain, belajar, dan juga terus membuat karya untuk dijual.

Pada musim gugur tahun 1908, Hitler mendaftar kembali ke Akademi Seni Rupa Wina, dan ditolak lagi. Meski kemampuan melukisnya dianggap meningkat, namun tetap dianggap belum cukup. Para profesor di sana menyarankan Hitler untuk melamar ke jurusan arsitektur dengan anggapan bahwa kemampuannya lebih sesuai.

Baca Juga: Jangan Kaget! Di Thailand Tidak Boleh Menginjak Uang

Hitler menolak saran para profesor itu karena ia begitu kepengin menjadi seniman lukis ternama.

Berikut adalah salah satu lukisan Adolf Hitler yang membuat orang percaya bahwa kemampuannya belumlah memadai untuk bisa dianggap sebagai seorang seniman lukis hebat.

Jika diperhatikan pada lukisan ini, seharusnya jendela atas dan bawah itu berada dalam satu luasan dinding yang sama. Sehingga dalam tarikan garis perspektif seharusnya mengikuti kemiringan yang sama pula. Namun Hitler membuat dinding itu seolah punya dua muka dengan peletakan jendela atas dan dua jendela bawah itu.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Presiden Jokowi Resmikan 13 Bendungan untuk Dukung Ketahanan Pangan

Jendela yang tertutup tangga juga menjadi persoalan tersendiri. Kecuali jika ada jarak antara dinding dan tangga, gambaran jendela tersebut menjadi wajar. Kemudian, jika memang ada dua bagian dari rumah tersebut, yaitu muka yang mempunyai pintu dan jendela, serta bagian samping yang memiliki dua jendela pada bagian atas, tentu ada batas antara dua buah dinding tersebut. Bukan semata bayangan dari gedung lain yang berada di depannya yang membuat dinding itu seolah terbagi dua.

Dan mungkin karena tidak menyadari kekurangan dalam dirinya, Hitler meskipun masih melukis dan membuat kartu pos mulai tertarik dengan hal lain yaitu politik.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X