Hari Kelahiran A.A. Navis dan Keumalahayati Ditetapkan sebagai Hari Perayaan Internasional di UNESCO

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 2 Desember 2023 | 08:49 WIB
Hari kelahiran sastrawan A.A. Navis dan pejuang wanita Keumalahayati ditetapkan sebagai Hari Perayaan Internasional di UNESCO. (kemdikbud.go.id)
Hari kelahiran sastrawan A.A. Navis dan pejuang wanita Keumalahayati ditetapkan sebagai Hari Perayaan Internasional di UNESCO. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Pada hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO tanggal 22 November 2023 di Paris, Prancis, Direktur Jenderal UNESCO mengumumkan bahwa hari lahir dua tokoh kenamaan Indonesia ditetapkan sebagai hari perayaan tingkat internasional di UNESCO.

Kedua tokoh tersebut adalah Sastrawan termasyhur, A.A. Navis, dan pejuang Wanita asal Aceh, Keumalahayati. Penetapan ini berlangsung di sesi sidang Plenary Report dari rangkaian Sidang Umum UNESCO ke-42.

Sebagai informasi, Ali Akbar Navis atau lebih dikenal dengan A.A. Navis, adalah seorang penulis dan budayawan terkemuka Indonesia. Kontribusinya terhadap sastra Indonesia menjadikannya sosok yang ikonik di dunia sastra.

Baca Juga: Kelompok Kampungan: Kontrovesi dan Protes

A.A. Navis menghasilkan sejumlah besar publikasi dan bekerja sebagai guru bagi penulis lain selama hidupnya. Pengusulan penetapan peringatan 100 tahun kelahiran Ali Akbar Navis (1924-2003) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand, dan Togo.

Sedangkan Keumalahayati merupakan salah satu tokoh heroik perempuan paling awal di Indonesia. Ia diakui sebagai pahlawan nasional atas keberanian, kepemimpinan, dan kontribusinya yang signifikan dalam membela tanah air.

Dia dibesarkan di wilayah yang terkenal dengan tradisi maritimnya yang kuat dan mengenal dunia peperangan laut sejak usia muda.

Baca Juga: Menangkap Gema Perjalanan Fotografis di Qatar-Indonesia Year of Culture 2023

Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, adalah seorang panglima angkatan laut armada Aceh yang terampil dan dihormati, dan ia mewariskan ilmu dan keahliannya kepada putrinya.

Ketika ayahnya meninggal dunia sehingga jabatannya kosong, Sultan Alauddin Riayat Syah dari Aceh mengangkat Keumalahayati sebagai Laksamana baru, mengingat bakat, keterampilan, dan tekadnya.

Jabatan Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh menjadikan Keumalahayati sebagai laksamana wanita pertama dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Jadi Penutup JAFF 18, Tiket Film 13 Bom di Jakarta Habis Terjual!

Dalam masa kejayaannya, Keumalahayati berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan pemimpin yang cakap di tengah skeptisisme terhadap perempuan.

Pengusulan penetapan peringatan 475 tahun kelahiran Keumalahayati (1550-1615) mendapat dukungan dari Malaysia, Federasi Rusia, Thailand dan Togo.

Penetapan peringatan atas tokoh ternama di negara anggota UNESCO memiliki kriteria penentuan berdasarkan tahun kelahiran atau kematian tokoh; terkait dengan cita-cita dan misi Organisasi dalam bidang pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial dan kemanusiaan, serta komunikasi.

Baca Juga: Berbagi Pengalaman Asia di Simposium Internasional Seni Pertunjukan

Selanjutnya diusulkan dengan mempertimbangkan keterwakilan gender; hanya dapat diusulkan secara anumerta, serta peristiwa yang memiliki cakupan universal atau setidaknya signifikansi regional; minimal di dukung oleh dua negara, memiliki dampak besar bagi negara ataupun dunia, dan sebagainya.

Dua tokoh ternama dari Indonesia ini sekaligus mengukuhkan prestasi Indonesia dalam UNESCO selama periode Sidang Umum UNESCO ke-42 di tahun 2023 ini.

Pada Sidang Umum UNESCO, Indonesia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO, menjadi anggota Dewan International Programme for the Development of Communication (IPDC), meresmikan Indonesian Corner di markas besar UNESCO, serta penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO.***

Artikel Selanjutnya

Dangdut Goes to UNESCO

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X