Aliansi Jurnalis Video (AJV) Rayakan Ulang Tahun Ke-5, Tekankan Pentingnya Kode Etik

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Senin, 3 Februari 2025 | 22:34 WIB
Diskusi publik dan HUT AJV ke 5 (foto Dandung Bondowoso)
Diskusi publik dan HUT AJV ke 5 (foto Dandung Bondowoso)

 

TINEMU.COM-Aliansi Jurnalis Video (AJV) merayakan ulang tahun ke-5 pada tanggal 2 Februari 2025. Bertempat di sekretariat AJV di Pasar Minggu, perayaan ulang tahun ini juga diramaikan dengan acara diskusi publik bertajuk Industri Media di Era Digital : Revitalisasi atau Disrupsi? Acara diskusi publik ini menghadirkan pembicara Dr Rully Nasrullah, konsultan media gital yang juga Sekjen AJV didampingi Syaefurrahman Albanjary SH, praktisi media.

Acara diskusi ini diselenggarakan untuk semakin menguatkan peran jurnalis atau pewarta yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Video (AJV). Dengan adanya era digital yang telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, konten video menjadi semakin populer dan banyak diminati. AJV hadir untuk memenuhi kebutuhan ini dengan menyediakan wadah bagi jurnalis video untuk mengembangkan kemampuan dan jaringan mereka.

Di era digital yang sangat cepat penyebaran berita palsu atau disinformasi tak terhindari di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi perhatian dari AJV untuk tetap menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya.

Baca Juga: Mendadak! Prabowo Inspeksi Langsung Dapur Makanan Bergizi Gratis di Rawamangun

“Kami ingin memastikan bahwa jurnalis video tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami kode etik jurnalistik, verifikasi informasi, dan teknik bercerita yang menarik,” ujar Chandra, Ketua AJV. “Perubahan cepat yang terjadi sangat kompleks dan tidak jelas formatnya, sebagai akibat dari kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Jalan keluarnya adalah dengan merumuskan ulang cara penyampaian informasi agar tetap relevan dengan teknik jurnalistik yang tepat,” ungkap Syaefurrahman Albanjary. "Harapan saya media jurnalistik berbasis online yang berkualitas tetap muncul. Misalnya tidak hanya mengandalkan laporan langsung, tetapi juga menyertakan investigasi mendalam," tambahnya.

Berfoto bersama staf AJV
Berfoto bersama staf AJV (foto Dandung Bondowoso)

"Dinamika sosial media dalam konteks perkembangan era digital saat ini selayaknya membuat kita harus berpikir bagaimana menghasilkan pendapatan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh teman-teman AJV, mulai dari kemampuan jurnalistik hingga videografi.Kita harus beradaptasi dengan perubahan teknologi ini dengan menyediakan pelatihan tentang penggunaan Teknologi Baru, Digital Marketing dan Platform Media Sosial.AJV menekankan pentingnya etika jurnalistik dalam pembuatan video berita. Organisasi ini memberikan panduan dan pelatihan tentang etika jurnalistik kepada anggotanya, sehingga masyarakat dapat mempercayai informasi yang disampaikan oleh jurnalis video,” kata Rully Nasrullah yang akrab disapa Kang Arul.

"Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengandalkan video sebagai sumber utama informasi, jurnalis video berperan strategis dalam membentuk opini publik, mengawasi kebijakan pemerintah, serta mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah. Dan kami tetap memperjuangkan hak-hak jurnalis video, mulai dari perlindungan hukum hingga kesejahteraan dan kebebasan pers," kata Haris Djauhari, Pembina AJV. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi laman   https://ajv.id  **

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X