TINEMU.COM- Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) berkolaborasi dengan Garin Workshop dan Padi Padi Creative merilis film bertajuk Nyanyi Sunyi Dalam Rantang. Sutradara Garin Nugroho mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan dalam proyek film yang sarat nilai moral terutama tentang pencegahan korupsi di negara Indonesia ini. Film tersebut semula sudah tayang terlebih dahulu di International Film Festival Rotterdam 2025 pada tanggal 30 Januari - 9 Februari 2025.
Beredar dengan judul internasional Whisper in The Dabbas film yang juga dibintangi Arswendi Bening Swara, Alex Suhendra, dan Fajar Suharno ini mengisahkan Puspa (Della Dartyan) pengacara muda di sebuah kabupaten kecil yang berjuang di tengah sistem hukum yang korup. Puspa menjadi simbol keberanian di tengah kesunyian, membuktikan bahwa harapan dan keadilan, sekecil apa pun, layak diperjuangkan. Sayangnya tindakan Puspa tersebut tidak diimbangi dengan kesehatan fisik serta mental dirinya yang kian memburuk. Jarinya tremor. Perutnya mual ingin muntah, tetapi tak bisa.
Kegagalannya mencegah ketidakadilan atas warga miskin terus menghantuinya. Puspa muak dengan wajah hukum di negeri ini. Puspa kalah dalam menangani perkara seorang nenek bernama Tumirah yang dituduh mencuri buah kakao milik perusahaan besar. Padahal, Tumirah hanya memungut buah yang bisa diolah menjadi cokelat itu di atas tanah adat setempat. Hakim yang bertugas mengadili perkara justru ikut bekerja sama antara perusahaan, pengadilan negeri, dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Satgas Pemberantas Premanisme Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.198 Kasus
Melalui perpaduan drama, tragedi, dan intrik, film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang tidak hanya menggugah emosi tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan kompleksitas hukum dan perjuangan melawan korupsi.
"Saya sangat bangga membuat karya ini, saya berterimakasih kepada produser, pemain seperti Della Dartyan dan lainnya," kata Garin Nugroho saat jumpa pers di CGV Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Garin Nugroho juga menyoroti keberanian institusi pemerintah dalam mengangkat isu korupsi yang selama ini jarang disentuh oleh industri perfilman nasional. "Di tengah ramainya pemberitaan yang kita baca sehari-hari tentang korupsi, tidak ada film yang membahas soal permasalahan korupsi. Langka juga dari institusi pemerintah membuka isu sensitif di negeri ini," bebernya.
Baca Juga: AMIS Sampaikan Satirisme dalam Single 'Local Wisdumb'
"Film ini berkaitan dengan pencegahan korupsi oleh Stranas PK. Kita semua, masyarakat Indonesia adalah bagian dari Stranas PK. Jadi siapapun bisa melakukan pencegahan sehari-hari," ucap Setyo Budiyanto, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029 seusai Gala Premiere film ini (9/5).
Lebih lanjut, Setyo Budiyanto berharap film ini dapat menggugah kesadaran kolektif masyarakat dalam memberantas korupsi sejak dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
"Harapannya, dengan adanya film ini, ini bisa melekat dalam alam bawah sadar kita. Ini bisa jadi autokritik terhadap diri kita, apa yang kita kerjakan, untuk perbaikan di masa depan," pungkasnya.**
Artikel Terkait
Dapat Dana dari Thailand, Ini Dia First Look Film Terbaru Wregas Bhanuteja!
Siap Tayang 12 Juni,Film 'GJLS Ibuku Ibu-Ibu' Karya Gokil Penuh Hati
Setelah 'Nobody 2' Timo Tjahjanto Dipastikan Akan Menyutradarai 'The Beekeeper 2'!
Bab Terakhir 'The Conjuring' Segera Tayang 5 September 2025, Ini Dia Trailernya!