Solo City Jazz 2025 Hidupkan Kota Solo dengan Kolaborasi Budaya

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:35 WIB
Margie Sagers di SCJ 2025 (Indrawan Ibonk)
Margie Sagers di SCJ 2025 (Indrawan Ibonk)

TINEMU.COM- Memasuki tahun 2025, Solo City Jazz (SCJ) sudah menginjak edisi ke-7. Setiap tahunnya, festival ini menghadirkan konsep yang berbeda dengan tetap menjaga ruh jazz sebagai inti pertunjukan. Tak hanya menghadirkan konser musik, Solo City Jazz juga sering disertai kegiatan pendukung seperti workshop, diskusi musik, hingga kolaborasi lintas genre.

Utara Band
Utara Band (Indrawan Ibonk)

Sabtu (27/9) Solo City Jazz mengangkat tema Jazz and Beyond digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran. Pihak penyelenggara, CPro bersama CEO Wenny Purwanti, Festival Director Gideon Momongan, dan Production Director Indrawan Ibonk, menegaskan bahwa jazz bukan sekadar genre musik, melainkan bagian dari ekspresi seni yang mampu berpadu dengan identitas Solo sebagai kota budaya. Hal ini dibuktikan panggung SCJ 2025 juga diramaikan dengan grup dan musisi selain jazz yaitu Sandhy Sondoro, Float, dan Efek Rumah Kaca (ERK).

Shandy Sondoro,pertama kali tampil di SCJ 2025
Shandy Sondoro,pertama kali tampil di SCJ 2025 (Indrawan Ibonk)

Sejumlah musisi jazz turut memeriahkan panggung SCJ 2025 seperti penyanyi jazz legendaris Indonesia, Margie Segers, Utara, Pung & Friends Jazz Triwindu, PiLiPe Solo Jazz Activity dan Aditya Ong, tiga nama yang kerap disebut sebagai local pride atau kebanggan kota Solo. Aditya Ong yang juga merupakan penggagas Solo Jazz Society dan namanya cukup diperhitungkan secara nasional, kali ini muncul dengan Aditya Ong Quartet.

Baca Juga: 'Suara Tana Timur' Hadirkan Energi Kreatif dari Indonesia Timur,Jayapura

Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca ERK) on stage SCJ 2025
Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca ERK) on stage SCJ 2025 (Indrawan Ibonk)

Gelaran musik jazz yang ke-13 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SCJ 2025 memberlakukan sistem tiket berbayar dengan maksud ini menjadi event bergengsi perayaan seni, budaya, dan kreativitas yang menghidupkan Kota Solo. Dengan konsep yang selalu segar, line-up musisi berkualitas, serta dukungan masyarakat, festival ini membuktikan bahwa jazz mampu menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

Pilipe Solo kolaborasi dengan Margie Sagers
Pilipe Solo kolaborasi dengan Margie Sagers (Indrawan Ibonk)

Festival Director Gideon Momongan, mengatakan konsistensi sebagai kunci keberlangsungan festival. “Kami ingin Solo City Jazz tetap menjadi kebanggaan kota, berjalan bertahap tanpa terburu-buru menjadi besar!” ujar Gideon Momongan.**

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X