Kenyang Tapi Tak Bergizi, Asupan Anak di Daerah Pascabencana Perlu Perhatian

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Sabtu, 11 April 2026 | 07:08 WIB
Kenyang Tapi Tak Berigizi, Asupan Anak di Daerah Pascabencana Perlu Perhatian (Nana Wulandari)
Kenyang Tapi Tak Berigizi, Asupan Anak di Daerah Pascabencana Perlu Perhatian (Nana Wulandari)

TINEMU.COM- Kondisi pemenuhan gizi anak di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatra dinilai perlu mendapat perhatian. Pasalnya, banyak bantuan yang disalurkan umumnya berupa makanan praktis seperti mie instan, biskuit, hingga susu kental manis.

Dokter spesialis anak RS Permata Depok, dr Andini Striratnaputri mengatakan makanan praktis yang disalurkan untuk bantuan cenderung tinggi gula dan karbohidrat, serta minim protein. Kondisi tersebut sangat tidak ideal mengingat anak sedang berada di masa tumbuh kembang, sehingga membutuhkan gizi secara optimal.

“Kalau anak-anak terus mengonsumsi makanan seperti itu, mereka memang kenyang, tapi tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh,” ujar dokter anak RS Permata Depok, Andini Striratnaputri.

Baca Juga: Mengenang Jejak Karbala: Iran, Luka Sejarah, dan Keberanian Menantang Dunia

Menurut Andini, dalam situasi darurat, makanan instan memang masih dapat dimaklumi pada fase awal. Namun jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, pola ini berpotensi mengganggu pemenuhan gizi anak.

“Dalam kondisi bencana, mungkin di awal masih diperlukan. Tapi kalau sudah berjalan lama, perlu dievaluasi karena tidak memenuhi kebutuhan gizi anak,” katanya.

Dokter anak RS Permata Depok, Andini Striratnaputri
Dokter anak RS Permata Depok, Andini Striratnaputri (Alo Dokter)

Ia menyoroti penggunaan susu kental manis yang masih kerap diberikan kepada anak dalam situasi bencana. Padahal, produk tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi dan bukan ditujukan sebagai sumber utama nutrisi anak.

Baca Juga: Ini Dia Karya Cinta Adibal, Jagonya Musik Dangdut dari KFC Indonesia!

“Susu kental manis itu kalorinya tinggi karena gula, bukan karena kandungan gizinya,” ujarnya.

Selain itu, Andini juga mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk minuman yang dikonsumsi anak. Ia menilai minuman berperisa dengan label susu umumnya mengandung tambahan gula yang cukup tinggi.

“Kalau susu ditambahkan perasa, kandungan gulanya jadi tinggi. Padahal yang dibutuhkan anak adalah zat gizinya, bukan rasa manisnya,” tuturnya.

Baca Juga: Dinamika Rumah Tangga dan Pencarian Makna Spiritual Berkelindan di Film Dalam Sujudku, Siap Tayang 16 April!

Meski dalam kondisi pascabencana, pemenuhan gizi anak tetap harus diperhatikan. Selain makanan utama, pemberian susu yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak juga menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan nutrisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X