TINEMU.COM - Air bersih merupakan salah satu komponen pokok yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Sayangnya, di Indonesia, masih banyak daerah yang kesulitan untuk mengakses air bersih.
Di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, ada daerah yang tidak memiliki akses jalan yang baik untuk transportasi dan mobilitas warga Masyarakat, termasuk akses jalan menuju air bersih.
Berjalan hingga lebih dari satu kilometer untuk mengambil air bersih merupakan hal yang lumrah dan mahfum wilayah Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Baca Juga: Memasuki Panca Warsa, GWK Cultural Park Makin Diakui Di Kancah Dunia
Hal ini yang menjadi perhatian dari pemerintah daerah, sehingga bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membangun jalan guna memberikan kemudahan akses bagi warga dalam mendapatkan air bersih.
Kondisi tanah yang kering di Kecamatan Kodi, membuat warga harus berjalan sejauh 1,6 kilometer untuk mendapatkan akses air bersih.
Dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa 118, di wilayah Komando Distrik Militer 1629/ Sumba Barat Daya, Tentara Nasional Indonesia yang dikoordinir oleh KODIM 1629 bekerjasama memberikan sumbangsih kepada Masyarakat dengan membangun akses jalan tersebut.
Baca Juga: Astaga,Jadi Merokok itu Baik?
“Dari RAB hanya 1.430 meter panjang jalan, tapi kami dari satgas TMMD dalam pelaksanaannya menambah panjang jalan menjadi 1.600 meter. Karena kalau hanya 1.430 tidak sampai ke titik air bersih” ujar Sersan Kepala Ruslin Babinsa yang bertugas di Kecamatan Kodi.
Program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Banyak pria dari barbagai usia dengan antusiasme sangat tinggi turut serta bekerja bersama anggota TNI yang tergabung dalam satuan tugas Tentara Manunggal Membangun Desa.
Mereka memahami bahwa program ini bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Dengan adanya akses untuk mencapai air bersih, akan sangat memudahkan masyarakat untuk dapat tetap bertahan hidup di daerah kering.
Baca Juga: Yang Menyentil dari Seni Rupa
Seorang komandan regu satgas TMMD 118 sangat yakin dan optimis bahwa mereka mampu menyelesaikan pembangunan jalan ini sampai tenggat waktu yang ditentukan yaitu 19 Oktober 2023.
Sersan Bernardus, seorang komandan regu dari Batalyon Arhanud berpesan kepada masyarakat bahwa TNI akan selalu memberikan hal yang terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.