TINEMU.COM - Selain mengadakan pembangunan fisik berupa jalan dan sarana MCK, program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) memiliki beberapa sasaran non-fisik. Sasaran ini bertujuan untuk melakukan pembangunan sumberdaya manusia yang ada di Sumba Barat Daya.
Adapun tempat dilaksanakan kegiatan ini masih di Desa Watu Wona, dan Tanjung Karoso. Target dari sasaran non-fisik ini adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga terhadap setiap hal yang nantinya akan memajukan kesejahteraan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Beberapa hal yang dilakukan dalam program ini diantaranya: penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan bagi warga yang berpotensi memiliki keturunan stunting, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan kebencanaan, dan penyuluhan mengenai narkotika dan obat-obat terlarang. Setiap program pembangunan memiliki segmentasinya masing-masing.
Baca Juga: Mengenang MADF-Album Kompilasi Rock Terbaik 1990-an
Kesejahteraan warga masyarakat akan terjamin dengan ketersediaan sumber makanan dan air bersih yang layak. Kenyataan yang terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya adalah warga masih mengalami kesulitan untuk memiliki ketahanan pangan.
Kodim 1629/SBD bersinergi dengan dinas pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya untuk melakukan penyuluhan tersebut.
Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya menjelaskan bahwa komoditas jagung merupakan jenis yang paling cocok untuk diterapkan di Sumba Barat Daya, namun ada beberapa masalah yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan penanaman jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Baca Juga: The Lennon Report : Menit Akhir Kematian Sang Legenda
Beberapa diantaranya adalah serangan hama belalang, peningkatan SDM petani jagung, keterbatasan alat pengolahan tanah, kekurangan modal, dukungan sarana pengering jagung, dan kekurangan sarana dan prasarana pasca penanaman.
Beberapa kendala sudah dapat ditanggulangi oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten SumbaBarat Daya, seperti penanganan hama belalang. Dinas pertanian sudah menyiapkan tim khusus yang selalu siap sedia membantu petani mengatasi hama belalang dengan menyemprotkan cairan anti hama baik pada siang maupun malam.
Masalah modal juga masih menjadi momok bagi petani jagung yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya, karena setiap operasionalisasi penanaman jagung memerlukan modal biaya yang tidak sedikit.
Baca Juga: Kongres Bahasa Indonesia XII: Literasi dalam Kebinekaan untuk Kemajuan Bangsa
Hal ini juga mampu diselesaikan Dinas Pertanian bekerjasama dengan Bank NTT yang mengadakan program Tanam Jagung, Panen Sapi yang ditujukan untuk memudahkan petani jagung memperoleh Kredit Usaha Rakyat.
Sejak tahun 2022, sebanyak 1900 petani sudah memperoleh KUR dari bank yang digunakan untuk membeli benih berkualitas, pupuk, dan obat.