Pulau Sumba Jadi Ikon Pulau Mandiri Sumber Listrik Energi Surya Terbesar di Indonesia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Senin, 29 Agustus 2022 | 15:54 WIB
Foto dari esdm.go.id
Foto dari esdm.go.id

TINEMU.COM - Bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Staff Ahli Lingkungan dan Perencanaan Tata Ruang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid A.N meresmikan selainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat 95 kWp di Desa Mata Redi. dan Desa Mata Woga, Kecamatan Katiku Kana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. 

Pembangunan PLTS ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Inggris dan Indonesia dalam menyediakan energi bersih yang rendah karbon dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

"Kita semua patut bangga dan senang, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris bersama-sama memiliki komitmen kemitraan dan dukungan yang kuat dalam upaya Pengembangan Energi Rendah Karbon dan Transisi Energi.

Salah satunya melalui Program MENTARI ini, merupakan wujud komitmen dalam merealisasikan Nota Kesepahaman dan Implemented Agreement yang telah ditandatangani bersama tahun 2019 dan 2020 lalu," ujar Wafid, Jumat (26/8).

Baca Juga: PLN Imbau Masyarakat Gunakan Listrik Secara Benar dan Cek Berkala

Pembangunan PLTS Terpusat di Mata Redi dan Mata Woga ini menjadi hasil konkrit kerja sama Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia. Pembangunan PLTS ini menurut Wafid selaras dengan visi Bapak Gubernur dan Bapak Bupati menjadikan Pulau Sumba sebagai ikon pulau mandiri sumber listrik energi surya terbesar di Indonesia,

"Kita tidak bisa seterusnya bergantung kepada sumber energi fosil, melainkan harus cepat beralih ke sumber energi baru, rendah karbon dan ramah lingkungan dan kita sangat bersyukur, Pulau Sumba diberkati kekayaan sinar surya terbaik sepanjang tahun.

Sumba memiliki potensi 20.000 MW, sangat besar untuk kita wujudkan menjadi Lumbung Energi Surya," lanjut Wafid.

Listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga kehidupan dan peradaban. Pemerintah pusat dan daerah akan terus berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyediakan energi, meningkatkan rasio elektrifikasi, membangun sumber-sumber pembangkit mandiri.

Kerja sama antar pemerintah untuk mewujudkan manfaat-manfaat ini dan memenuhi Kesepakatan Paris agar menjaga kenaikan suhu tidak lebih dari 1.5 derajat Celcius.

Baca Juga: Gandeng Education New Zealand, Kementerian ESDM Dukung Zero Emission Indonesia 2060

Pemerintah Inggris merasa bangga dengan Program Kerjasama MENTARI yang dapat membantu mencapai hal tersebut. Masyarakat di Desa Mata Redi dan Mata Woga juga dapat berbangga hati karena menjadi bagian dari perubahan global menuju energi bersih dengan semua manfaatnya.

"Pemerintah Inggris merasa bangga karena menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju transisi energi baru terbarukan melalui program MENTARI.

Saya senang melihat kemajuan di lapangan yang menunjukan kerja sama yang hebat antara Indonesia dan Inggris, bekerja bersama untuk mencapai target transisi energi Indonesia," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: esdm.go.id

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X