TINEMU.COM - Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) resmi dideklarasikan sebagai wadah bagi jurnalis berusia di atas 60 tahun untuk tetap aktif berkarya dan berkontribusi dalam dunia pers.
Kehadiran organisasi yang dideklarasikan di Jakarta pada Jumat, 17 April 2025 ini menjadi angin segar bagi para wartawan senior yang selama ini merasa ruang berekspresi mereka semakin terbatas.
Pendiri SWSI, Suryopratomo, menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari keresahan para wartawan senior yang merasa tidak lagi memiliki ruang untuk berkarya dan menyampaikan gagasan.
Baca Juga: Ade Govinda dan Gloria Jessica Bercerita Tentang Rasa Sakit Paling Sunyi, Kok Bisa?
Menurutnya, profesi jurnalis tidak mengenal kata pensiun. Karena itu, SWSI mengusung tagline: never sleep, never die. Semangat untuk terus menulis, mengkritisi, dan menyuarakan kebenaran harus tetap hidup, bahkan setelah usia melewati 60 tahun.
Suryopratomo menegaskan bahwa SWSI tidak dibentuk sebagai oposisi pemerintah, melainkan sebagai mitra kritis yang konstruktif. Menurutnya, pengalaman panjang wartawan senior penting untuk menjaga akal sehat publik, terutama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tantangan Jurnalisme di Era Digital
Pada kesempatan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan peran jurnalis senior menjadi kunci dalam menjaga standar praktik jurnalistik di tengah perubahan cepat pola produksi berita di era digital.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
Perubahan tersebut telah menggeser cara kerja jurnalisme, dari proses yang sebelumnya memberi ruang verifikasi menjadi lebih cepat dan minim jeda.
“Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas,” ujarnya.
Ia menilai kondisi ini perlu diimbangi dengan transfer pengalaman dan nilai-nilai jurnalistik dari generasi senior kepada jurnalis muda agar kualitas informasi tetap terjaga.
Baca Juga: Dorong Peran BUMD DKI Sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Selenggarakan BUMD Leaders Forum
“Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang,” ujarnya.
Artikel Terkait
INDOHITS GIGS #1 Sikat Sekat Antara Jurnalis, Musisi, dan Fans
Arzeti Bilbina dan YPJI Ajak Jurnalis Ikut BPJS Ketenagakerjaan
YPJI: Pemukulan Jurnalis Antara Bukti Rapuhnya Perlindungan Pers
Promedia Group dan Alduro Ganti Atap Rumah Wartawan Gratis, Perangi Sampah Sambil Tingkatan Kenyamanan Hunian Jurnalis
Peran Jurnalis Penting dalam Kontrol Sosial dan Penyebaran Informasi Berbasis AI