temu-warta

Rakernas KONI 2025 Fokus pada Sinergi dan Penyempurnaan Regulasi

Minggu, 7 September 2025 | 17:40 WIB
Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat (foto Rangga Rinaldy)

TINEMU.COM – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait arah pembinaan olahraga prestasi di Indonesia. Forum yang berlangsung dalam rangkaian Indonesia Sport Synergy Summit (ISSS) itu ditutup resmi ditutup Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Sabtu (6/9/2025).

Dalam sambutannya, Marciano Norman menegaskan pentingnya semangat kebersamaan untuk mendukung agenda besar pembangunan olahraga prestasi Indonesia. “Saya yakin dengan kita Bersatu Berprestasi Sukseskan Asta Cita,” tegas Marciano disambut tepuk tangan peserta Rakernas.

Marciano mengingatkan bahwa tantangan besar dunia olahraga saat ini adalah efisiensi anggaran. Karena itu, kolaborasi lintas pihak menjadi mutlak. “Satu-satunya jalan adalah sinergitas. Cabang olahraga tidak bisa jalan sendiri, KONI tidak bisa jalan sendiri, pemerintah baik Kemenpora maupun Dispora juga tidak bisa jalan sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: ISSS 2025 Resmi Digelar, Upaya Memperbaiki Ekosistem Olahraga Indonesia

Menurut Ketua Umum KONI Pusat, semangat itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin ke-4, yakni meningkatkan daya saing bangsa melalui pembangunan olahraga. “Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, adalah pimpinan cabang olahraga Pencak Silat. Saya yakin beliau ingin Asta Cita nomor 4 sukses, dan kami semua bertekad untuk menyukseskannya,” kata Marciano.

Rakernas 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang disampaikan oleh Sekjen KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS.

Beberapa keputusan penting antara lain:

1. Penerimaan tiga cabang olahraga baru sebagai anggota KONI Pusat, yaitu PB Persatuan Xiangqi Indonesia (PB PEXI), PP Federasi Savate Indonesia (PP FSI), dan PP Komite Sepakbola Mini Indonesia (PP KSMI).

2. Pembentukan tim kecil untuk menyempurnakan Permenpora No. 14/2024, dengan memasukkan unsur perwakilan perempuan. Persetujuan laporan kerja KONI 2024 serta rencana program kerja KONI 2025 dari masing-masing komisi.

Baca Juga: DJKI : Konser Akademik Tidak Usah Bayar Royalti!

Mengubah Permenpora Nomor 14 Tahun 2024

Salah satu isu krusial dalam Rakernas kali ini adalah dampak Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi yang dinilai berpengaruh pada pembinaan olahraga di daerah. 

Peraturan itu diharapkan menyudahi dualisme kepengurusan induk cabang olahraga (cabor) di tanah air. Dengan demikian, kepengurusan cabor yang baik bisa berdampak pada pembinaan atlet yang lebih baik lagi dalam meraih prestasi.

Oleh karena itu, Marciano menyampaikan bahwa aspirasi tersebut sudah langsung didengarkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo yang hadir di forum Rakernas pada Sabtu pagi (6/9/2025). “Tadi kita semua juga menerima Menpora RI yang telah memberikan arahannya, dan kita sepakat untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan persepsi yang bisa menghambat pembinaan olahraga prestasi,” ungkap Marciano.

Halaman:

Tags

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB