TINEMU.COM - Jakarta Illustration Creative Arts Festival (JICAF) 2025 setelah sebelumnya mengenalkan kolaborasi musisi dengan seni rupa yaitu member JKT48 dan Gustiwiw, kali ini menghadirkan Isyana Sarasvati, musisi yang dikenal dengan pendekatan artistik dan eksploratif dalam berkarya. Isyana memperkenalkan koleksi eksklusif yang terinspirasi dari universe EKLEKTIKO, album kelimanya yang akan dirilis penuh pada Mei 2026.
Sedangkan karakter ikonik MAMIU, yang menjadi bagian dari salah satu chapter EKLEKTIKO, dihadirkan dalam berbagai bentuk merchandise collectible seperti plushie, tumbler, sticker pack kolaborasi dengan Kolam Susu Studio, apparel kolaborasi dengan FAITH INDUSTRIES, hingga art print. Koleksi ini dirancang untuk memberi penggemar pengalaman yang lebih dekat dengan dunia imajinasi yang sedang ia bangun.
Kolaborasi berikutnya adalah bersama Varsam Kurnia, salah satu official artist di JICAF 2025 menghadirkan visual utama dari chapter berikutnya, Cecilia, dalam bentuk art print serta T-shirt sigil. Ilustrasi yang digambarkan oleh Varsam juga akan menjadi visual pendamping rilisan single pertama dari chapter Cecilia berjudul I’m On My Way pada 17 Oktober 2025 mendatang. Isyana bahkan membawakan lagu ini untuk pertama kalinya secara khusus di JICAF,Senayan City (3/10).
Baca Juga: Agus Suwage dan Refleksi Kemanusiaan di Art Jakarta 2025
Isyana Sarasvati, menyatakan, setiap karakter di EKLEKTIKO lahir dari refleksi personal dirinya. “MAMIU mewakili sisi imajinatif dan penuh kehangatan, sementara Cecilia membawa narasi yang lebih dalam dan misterius. Melalui JICAF, saya ingin mengajak orang lain ikut masuk ke perjalanan ini, bukan hanya lewat musik, tapi juga melalui visual dan benda yang bisa mereka bawa pulang," jelasnya.
“Cecilia bukan hanya sosok visual, tapi juga representasi dari cerita yang sedang dibangun. Tugas saya adalah menemukan bentuk yang bisa menangkap esensi itu dan tetap membuka ruang interpretasi bagi orang lain,” kata Varsam Kurnia.
Special Drop ini menjadi kesempatan kepada publik untuk tidak hanya menikmati karya, tetapi juga merasakan kedekatan langsung dengan proses kreatif Isyana dan Varsam. Interaksi ini diharapkan membuka percakapan baru tentang bagaimana seni bisa menyentuh audiens dengan cara sederhana namun bermakna.**