TINEMU.COM - Peeta dan Katnis kembali ke arena the hunger games musim ke-75. Kali ini mereka harus berhadap-hadapan dengan pasangan perwakilan dari distrik-distrik lain yang sebelumnya pernah menjadi pemenang di edisi-edisi the hunger games yang telah lampau.
Aliansi pun kembali dibentuk. Adu taktik dan strategi kembali digelar. Aliansi lawan tampak lebih siap dan lebih piawai dalam urusan bertahan hidup dan perkelahian dibandingkan Katnis dan Peeta.
Kali ini, Snow benar-benar murka dan ingin secepatnya membinasakan semua tribute termasuk dengan mengirimkan hewan buas jadi-jadian.
Di Quarter Quell kendali permainan tidak lagi di tangan kepala pencipta permainan lama Seneca Crane yang perannya sudah digantikan Plutrach Heavensbee (Philip Seymour Hoffman).
Baca Juga: Kawasan Hiburan Urban Entertainment District Segera Hadir di PIK2
Plutrach diam-diam adalah seorang penyusup. Ia ternyata sosok yang berada di belakang kelompok penentang pemerintahan Snow dan bermaksud mengkudeta Snow.
Plutrach bermaksud menjadikan Katnis sebagai symbol perjuangan melawan Snow. Di akhir permainan yang berlangsung kacau, setelah sejumlah tribute mati, terjadi ledakan hebat yang menghancurkan arena the hunger games, Katnis berhasil diselamatkan tapi Peeta tertangkap dan menjadi tawanan Snow.
Perang antara Snow dengan kelompak milisi yang bermaksud membunuh Snow mulai berlangsung secara terbuka.
Markas kelompok pemberontak ternyata bukan di Distrik 12 melainkan di Distrik 13, distrik yang sebelumnya dianggap telah hilang. Distrik 12 sendiri luluh lantak diserbu pasukan Presiden Snow.
Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Dibuka, Ada Tiga Jalur Pendaftaran
Kaum pemberontak berkumpul di ruangan bawah tanah, melakukan konsolidasi, menyusun kekuatan militer, dan melancarkan propaganda secara audio-visual.
Katnis bergabung dengan kelompok di bawah komando pemimpin perempuan bernama Presiden Alma Coin (Julianne Moore) yang pernah berjanji akan menghadirkan rezim demokratis saat Snow tumbang.
Saat Katnis bergabung dengan kelompok Atma Coin, Peeta mengalami cuci otak dan menjadi alat propaganda Presiden Snow.
Peeta rajin muncul di layar televisi meminta Katnis menghentikan perlawanan dan bersama-sama mewujudkan perdamaian.
Tidak mau terpengaruh propaganda Presiden Snow, Presiden Alam Coin juga melancarkan propaganda yang tidak kalah atraktif karena didukung tim produksi professional dan menghadirkan figur utama Katnis Averdeen, lengkap dengan kostum perang, membawa busur panah dan symbol mockingjay berupa burung dan anak panah di dalam lingkaran sebagai symbol perjuangan.
Artikel Terkait
The Hunger Games: Ketertarikan dan Keterikatan Politik-Estetika (Bagian 1)
The Hunger Games: Ketertarikan dan Keterikatan Politik-Estetika (Bagian 2, Seni: Proyektor, Reflektor )
The Hunger Games: Ketertarikan dan Keterikatan Politik-Estetika (Bagian 3: Montase dan Efek Mengalienasi)