TINEMU.COM - Di bawah langit sore yang berwarna jingga di Bintaro, angin lembut mengibarkan daun-daun pohon akasia yang rindang di taman kecil dekat rumah Nara. Taman itu sering jadi tempat nongkrong anak-anak sekitarnya, termasuk Nara dan sahabatnya, Dani.
“Bro, check this out,” Dani tiba-tiba mengeluarkan kotak kecil dari tas selempangnya. “Gue dapet ini dari abang-abang pinggir jalan tadi. Lucu, kan?”
Nara, yang duduk di bangku taman, menoleh ke arah Dani dan menatap kotak itu. Di dalamnya ada jangkrik yang tampak lemas, namun bergerak-gerak pelan. "Ngapain lo beli jangkrik, Dan? Lo mau pelihara? Bukan tipe lo banget."
Baca Juga: Daun Kelor Berkhasiat Untuk Jaga Kesehatan, Apa Saja?
Dani senyum santai. “Ya, nggak juga sih. Gue cuma iseng. Tadi gue lihat terus kepikiran, ‘Kenapa enggak?’ Kadang seru aja nambahin sesuatu yang nggak biasa ke hari lo.”
Nara menghela napas, lalu berdiri dan melirik jangkrik itu dengan tatapan agak kosong. “Well, kadang-kadang gue mikir, lo terlalu santai, Dan. Lo nggak mikir masa depan lo gimana? Like, what’s next after this? Kuliah, kerja, or whatever. Semua orang udah ngerancang masa depannya, sementara lo masih sibuk beli jangkrik.”
Dani ketawa kecil, “Nah, lo tau nggak? Justru lo tuh yang kebanyakan mikir. Masa depan belum kejadian, bro. Gue tau lo pusing sama segala yang ‘next’, tapi lo pernah denger nggak, kata-kata Ali bin Abi Thalib? 'Betapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan, tapi nangis di masa depan dengan mengingat masa lalunya.’ That’s deep, man. That’s exactly what you’re doing.”
Baca Juga: Semarak Malam Seni dan Prestasi Menutup Kegiatan HUT RI di RT 02/04 Kampung Kekupu
Nara diem, agak kaget dengan jawaban Dani. “Maksud lo?”
Dani duduk di sebelah Nara, masih sambil ngegoyang-goyangin kotak jangkrik di tangannya. “Lihat aja. Lo terus mikirin apa yang akan datang, sampe lo lupa nikmatin hari ini. Kita sering nongkrong di sini, tapi pikiran lo selalu di tempat lain. Gimana kalau nanti gue gagal? Gimana kalau gue nggak sesuai ekspektasi? Ya bro, kalau lo terlalu sibuk mikir itu, lo malah nggak pernah bener-bener hidup di masa sekarang.”
Nara termenung. Bener juga kata Dani. Tiap kali mereka nongkrong, Nara selalu keasyikan mikirin hal-hal yang bahkan belum tentu kejadian. “Tapi kan, masa depan penting, Dan. Gue nggak mau ketinggalan, semua orang udah prepare masa depannya.”
Baca Juga: Horor dan Drama Bersaing Ketat di Seleksi Awal Film Cerita Panjang FFI 2024!
Dani melirik jangkriknya yang mulai lompat-lompat di dalam kotak. “Iya, masa depan penting. Tapi lo lupa kalau masa depan dibangun dari hari ini, bro. Kalau lo cuma fokus di sana, lo nggak ngelakuin apa-apa sekarang. Lo bisa ngabisin waktu lo mikir yang belum ada, sementara lo lupa nikmatin yang sekarang.”
Nara diem lagi, ngeliat ke arah langit yang mulai gelap. "Terus, gue harus gimana?"
“Start living now. Lo boleh mikir masa depan, tapi jangan biarin itu ngehancurin masa sekarang lo. Kalau lo udah ngelakuin yang terbaik di hari ini, masa depan lo bakal terbangun dengan sendirinya. Lo nggak bakal nangis nanti gara-gara ngelewatin momen yang lo punya sekarang.”
Artikel Terkait
Kalah, Lapang Dada, Hidup Lebih Bahagia
Gus Baha: Sampaikan Dakwah Agama dengan Ceria!
Gus Baha; Jangan Ingat Masalah, Ingatlah Nikmat Allah Agar Kamu Beruntung!