Kenapa Korupsi Triliunan Bisa Terjadi dan Merajalela?

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Kamis, 26 Desember 2024 | 22:14 WIB
Foto tangkap layer dari gramedia.com
Foto tangkap layer dari gramedia.com

7. Ketamakan Kolektif

Korupsi dalam jumlah besar sering kali melibatkan jaringan, bukan hanya individu. Dalam banyak kasus, orang yang melakukan korupsi dalam skala besar bekerja sama dengan pihak lain untuk menyembunyikan tindakannya, sehingga sulit diungkap.

Kartel atau Sindikat: Kolaborasi kelompok ini membuat korupsi lebih terorganisir.

8. Kebutuhan Politis

Pendanaan Kampanye: Dalam beberapa kasus, korupsi dilakukan untuk mendanai aktivitas politik, seperti biaya kampanye atau memperkuat kekuasaan politik.

Pembangunan Jaringan Kekuasaan: Uang hasil korupsi digunakan untuk memperkuat dukungan atau membeli loyalitas.

9. Kurangnya Pendidikan Etika

Kurangnya pendidikan moral dan etika dalam keluarga, sekolah, atau masyarakat membuat seseorang tidak memahami atau tidak peduli dengan dampak negatif korupsi.

Orang melakukan korupsi hingga triliunan rupiah karena kombinasi dari keserakahan pribadi, kelemahan sistem, dan kekuasaan tanpa batas. Untuk mencegah korupsi skala besar, diperlukan reformasi sistemik, seperti penguatan pengawasan, penegakan hukum yang tegas, dan pendidikan moral yang lebih baik.

Sanksi berat dan transparansi juga harus diterapkan untuk meredam, mengurangi insentif bagi tindakan keji ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X