Shurpa Sup Daging Sayuran Menu Khas Berbuka Puasa di Rusia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Kamis, 23 Januari 2025 | 15:37 WIB
"shurpa," yaitu sup daging dengan sayuran yang kaya akan rempah-rempah.
"shurpa," yaitu sup daging dengan sayuran yang kaya akan rempah-rempah.

TINEMU.COM - Meskipun Rusia dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen Ortodoks, umat Muslim di negara ini memiliki tradisi Ramadan yang kaya dan unik, mencerminkan keberagaman budaya dan warisan sejarah Islam yang telah lama ada di wilayah ini.

Dari tradisi berbuka puasa hingga kegiatan keagamaan di masjid, Ramadan di Rusia menawarkan pengalaman spiritual yang berbeda dan menarik untuk disimak.

Rusia adalah rumah bagi lebih dari 20 juta umat Muslim, yang menjadikannya salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Komunitas Muslim tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi terbesar di Republik Tatarstan, Bashkortostan, Dagestan, Chechnya, dan Ingushetia. Selain itu, kota-kota besar seperti Moskow dan St. Petersburg juga memiliki komunitas Muslim yang signifikan.

Setiap kelompok etnis Muslim di Rusia, seperti Tatar, Bashkir, Chechen, dan Avar, memiliki tradisi Ramadan yang khas. Keanekaragaman ini mencerminkan perpaduan budaya lokal dan nilai-nilai Islam yang telah berkembang selama berabad-abad di Rusia.

Meskipun terdapat perbedaan dalam tradisi dan adat istiadat, semangat Ramadan yang penuh kebersamaan tetap menjadi inti dari perayaan bulan suci ini.

Persiapan Menjelang Ramadan

Seperti di banyak negara lain, persiapan menjelang Ramadan di Rusia melibatkan aktivitas membersihkan masjid, mempersiapkan bahan makanan, dan mengatur jadwal ibadah. Masjid-masjid besar seperti Masjid Katedral Moskow menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadan.

Sebelum bulan suci dimulai, umat Muslim di Rusia sering berkumpul untuk mendengarkan ceramah dari imam masjid mengenai pentingnya Ramadan dan persiapan spiritual yang perlu dilakukan.

Selain itu, komunitas Muslim di Rusia juga mengadakan acara khusus untuk menyambut Ramadan. Misalnya, di beberapa wilayah, masyarakat menyelenggarakan festival kecil yang menampilkan makanan khas, musik tradisional, dan pertunjukan budaya.

Acara-acara ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota komunitas tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Islam kepada masyarakat non-Muslim.

Hidangan Khas Ramadan

Ramadan di Rusia identik dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera. Setiap wilayah memiliki makanan tradisional yang unik untuk berbuka puasa. Di Tatarstan, salah satu hidangan yang populer adalah "chak-chak," yaitu makanan manis berbahan dasar adonan tepung yang digoreng dan disiram dengan madu. Hidangan ini sering disajikan sebagai makanan penutup saat iftar.

Di wilayah Kaukasus Utara, seperti Chechnya dan Dagestan, daging domba dan roti tradisional menjadi menu utama saat berbuka puasa. Salah satu hidangan favorit adalah "shurpa," yaitu sup daging dengan sayuran yang kaya akan rempah-rempah. Selain itu, roti pipih yang disebut "lavash" sering kali disajikan bersama hidangan utama.

Untuk minuman, teh hitam atau teh herbal biasanya disajikan untuk menghangatkan tubuh setelah seharian berpuasa. Buah-buahan segar seperti semangka, apel, dan kurma juga menjadi bagian penting dari menu iftar, membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X