Tradisi Pengobatan Rasulullah: Cairan Berkah dari Pohon Abadi

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Rabu, 3 September 2025 | 15:47 WIB
tangkap layar dari pasla.jambiprov.go.id - dari freepic
tangkap layar dari pasla.jambiprov.go.id - dari freepic

TINEMU.COM - Di dunia Timur Tengah, pohon zaitun telah dikenal sejak ribuan tahun lalu sebagai pohon penuh berkah. Buahnya dikonsumsi langsung, sementara minyaknya dijadikan bahan makanan, obat, bahkan penerang lampu.

Dalam tradisi Islam, zaitun memperoleh tempat yang sangat istimewa. Allah SWT menyebut pohon zaitun dalam Al-Qur’an sebagai syajarah mubarakah (pohon yang diberkahi). Firman-Nya dalam Surah An-Nur ayat 35 menyebutkan:

"Minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Pohon yang diberkahi..."

Selain itu, Allah juga bersumpah dengan buah zaitun dalam Surah At-Tin ayat 1: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun...” Ayat ini menunjukkan keagungan zaitun, yang tidak hanya sekadar makanan, melainkan juga sarana kesehatan dan keberkahan. Rasulullah Muhammad SAW pun menegaskan manfaat minyak zaitun, baik sebagai makanan maupun obat.

Rasulullah dan Anjuran Minyak Zaitun

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya, karena ia berasal dari pohon yang diberkahi." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menggambarkan betapa Rasulullah menekankan dua hal sekaligus: mengonsumsi minyak zaitun serta menggunakannya secara luar. Dengan kata lain, zaitun bermanfaat untuk kesehatan dalam dan luar tubuh.

Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah menggunakan minyak zaitun untuk menjaga kelembapan kulit dan merawat rambut. Para sahabat pun terbiasa memakainya sebagai minyak gosok, ramuan pengobatan, dan bahan makanan. Minyak zaitun benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Madinah pada masa Rasulullah.

Karakteristik dan Kandungan Minyak Zaitun

Minyak zaitun dihasilkan dari buah pohon zaitun (Olea europaea) yang tumbuh subur di kawasan Mediterania. Warna minyaknya hijau keemasan dengan aroma khas dan rasa lembut, kadang sedikit pahit.

Kandungan minyak zaitun sangat kaya nutrisi, di antaranya:

  • Asam lemak tak jenuh tunggal (oleic acid): baik untuk jantung.
  • Vitamin E dan K: antioksidan alami yang menjaga kesehatan sel.
  • Polifenol: zat aktif yang melawan peradangan dan radikal bebas.
  • Fitosterol: membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Kombinasi zat-zat ini menjadikan minyak zaitun istimewa, jauh lebih sehat dibandingkan minyak nabati lainnya.

Manfaat Minyak Zaitun dalam Tradisi Pengobatan Nabawi

Dalam pengobatan tradisional Islam yang diwariskan Rasulullah SAW, minyak zaitun digunakan dengan berbagai cara. Beberapa manfaat utama yang dikenal sejak zaman beliau antara lain:

  1. Menyehatkan jantung dan pembuluh darah
    Rasulullah menganjurkan mengonsumsi minyak zaitun. Kandungan asam lemaknya membantu melancarkan peredaran darah, menyehatkan jantung, dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.
  2. Obat luar untuk kulit
    Rasulullah dan para sahabat memakainya sebagai minyak gosok. Minyak zaitun membuat kulit lembap, mengurangi iritasi, dan mempercepat penyembuhan luka ringan.
  3. Perawatan rambut
    Digunakan sebagai minyak rambut untuk mencegah kekeringan dan menjaga kekuatan rambut. Hingga kini, minyak zaitun tetap populer sebagai bahan alami dalam perawatan tubuh.
  4. Mengurangi nyeri sendi
    Sebagai minyak pijat, zaitun dipakai untuk meredakan encok, pegal, dan nyeri otot. Rasulullah menganjurkan pemakaian luar ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar kesehatan.
  5. Pencernaan lebih sehat
    Minyak zaitun juga digunakan untuk melancarkan pencernaan. Kandungan lemak sehatnya membantu kerja usus dan memperlancar buang air besar.

Perspektif Ilmu Kedokteran Modern

Penelitian medis modern menemukan banyak bukti yang mendukung manfaat minyak zaitun sebagaimana disebut Rasulullah. Beberapa temuan penting antara lain:

  • Menurunkan risiko penyakit jantung: Konsumsi minyak zaitun rutin dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  • Anti-inflamasi: Polifenol dalam minyak zaitun terbukti meredakan peradangan kronis, faktor penyebab utama berbagai penyakit serius.
  • Mencegah kanker: Antioksidan dalam minyak zaitun melindungi sel dari kerusakan DNA yang memicu kanker.
  • Mengendalikan gula darah: Minyak zaitun membantu mengatur kadar gula darah, bermanfaat untuk penderita diabetes.
  • Meningkatkan fungsi otak: Kandungan lemak sehat mendukung kesehatan saraf dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Temuan ini seolah menegaskan bahwa anjuran Rasulullah 14 abad silam adalah bagian dari hikmah ilahi yang kini bisa dibuktikan melalui sains.

Nilai Spiritual Minyak Zaitun

Lebih dari sekadar manfaat kesehatan, minyak zaitun menyimpan makna spiritual. Disebut sebagai pohon yang diberkahi dalam Al-Qur’an, zaitun menjadi simbol cahaya, berkah, dan kehidupan. Rasulullah menganjurkan pemakaiannya bukan hanya karena manfaat fisiknya, tetapi juga karena nilai ruhani yang terkandung di dalamnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X