Orang Buta dan Anak Gembala, Pelajaran Tentang Etika dan Empati

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Jumat, 5 Desember 2025 | 10:33 WIB
Gambaran Orang Buta dan Anak Gembala (Grok)
Gambaran Orang Buta dan Anak Gembala (Grok)

Baca Juga: Film 'Dalam Sujudku' Angkat Tema Pasangan yang Akhirnya LDM

Baik itu dalam dunia digital, ekonomi, atau hubungan antar manusia, mereka yang memiliki kelebihan apa pun—pengetahuan, akses, kekuatan, atau kesempatan—harus menggunakan kelebihan itu untuk kebaikan, bukan manipulasi.

Fabel “Orang Buta dan Anak Gembala” bukan sekadar peringatan agar tidak bercanda keterlaluan, tetapi ajakan untuk memahami tanggung jawab moral kita terhadap sesama.

Etika bukan hanya persoalan besar seperti hukum atau politik, tetapi tindakan kecil sehari-hari: apakah kita memilih membantu, mengejek, atau membiarkan.

Dalam setiap interaksi, kita diberi pilihan untuk menjadi seperti anak gembala atau seperti orang bijak yang menjaga martabatnya. Dan dalam pilihan kecil itulah etika keseharian dibangun.**

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X