Mengenang Jejak Karbala: Iran, Luka Sejarah, dan Keberanian Menantang Dunia

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Sabtu, 11 April 2026 | 05:55 WIB
Ilustrasi dokumentasi inemu.com
Ilustrasi dokumentasi inemu.com

Di titik ini, kita melihat bagaimana benang merah Karbala kembali menjelma dalam wajah modern. Semangat Husayn bin Ali tidak hanya hidup dalam ritual atau kenangan, tetapi dalam cara sebuah bangsa memaknai kalah dan menang.

Bahwa kalah secara fisik bukan berarti kalah secara moral, dan bertahan dengan prinsip adalah bentuk kemenangan yang paling hakiki. 

*Catatan zay zabidi

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X