TINEMU.COM -- Selain mengandung hikmah, kisah-kisah para sufi juga banyak disajikan dalam bentuk humor. Salah satunya adalah kisah Nasrudin Hoja. Ia disebut Hoja yang berarti guru. Lahir pada tahun 1208 di sebuah desa bernama Horto dekat Sivrihisar. Pada tahun 1237 pindah ke kota Aksehir, sampai pada wafatnya di tahun 683 Hijriah atau sekitar 1284 masehi.
Ada sekitar 350 kisah yang disandangkan pada namanya. Salah satunya adalah kisah tentang bagaimana ia membebaskan seorang pengemis hanya dengan bunyi uang logam yang ada dalam kantung jubahnya, seperti yang ada pada kisah ini;
Saat Nasrudin menjabat sebagai hakim, datanglah seorang pemilik penginapan menggelandang seorang pengemis ke hadapannya.
Baca Juga: Layak Dicoba Cara Jitu Mencairkan Kebencian dalam Percintaan
Kepada Nasrudin, ia mengadukan persoalannya, "Pengemis ini tidak mau saya usir dari halaman penginapan saya, sehingga menganggu usaha penginapan saya."
"Tidak benar, Tuan Hakim, saya hanya duduk sebentar untuk menikmati bau sedap sup kambing yang ia hidangkan kepada para tamu. Sudah lama saya tidak menikmati hidangan lezat seperti itu," begitu Si Pengemis mengelak tuduhan dari Pemilik Penginapan.
"Hah? Kau menikmati bau sedap sup kambing di tempatku? Kalau begitu, Tuan Hakim, ia juga harus membayar karena selain berada di halaman penginapanku, ia menikmati bau sedap makanan yang kusajikan bagi tamu-tamuku!"
Nasrudin meminta keduanya tenang. Ia kemudian bertanya kepada pemilik penginapan itu, "Jadi, kau meminta Si Pengemis ini membayar denda karena apa? Berada di halaman penginapanmu atau karena ia mencium bau sedap makanan dari dapurmu?"
Baca Juga: Viral! Video Guru Bakar Sepatu Siswa
"Aku hanya ingin dia membayar karena menikmati bau sedap sup kambingku!" Jawab pemilik penginapan karena yakin dengan Si Pengemis tak mampu membayarnya maka Nasrudin sebagai hakim akan menyuruhnya menjauh dari penginapan miliknya.
"Baiklah, kalau itu maumu. Sekarang, kau, Pengemis, apakah kau bersedia membayar denda karena mencium bau masakan Pemilik Penginapan?" Tanya Nasrudin kepada Pengemis yang dijawab dengan gelengan kepala dan perkataan lirih, "Bagaimana saya bisa membayarnya? Untuk makan hari ini pun saya belum tahu dapat uang dari mana."
Mendengar jawaban Pengemis, Nasrudin berkata bahwa ia akan menanggung denda dari pengemis itu agar dapat segera pergi mencari rezeki pada hari itu. Pemilik penginapan girang mendapat perkataan Nasrudin. Mukanya berseri-seri.
Nasrudin meminta Pemilik penginapan mendekat kepadanya, dan bertanya, "Kau ingin mendapatkan pembayaran dari bau sedap makananmu, ya?"
Baca Juga: Wordle, Katla, Kotla, dan Nerdle Game Vercell App yang Sedang Trending
"Benar, Tuan Hakim!" Jawabnya mantap.
Artikel Terkait
Gus Baha : Melatih Ikhlas
Gus Baha : Orang yang Menuruti Hawa Nafsunya, Maka Sesungguhnya Dia Mati
Sedekahnya Orang Jawa
Pria yang Berlari di Atas Air
Kisah Sufi : Keajaiban Lampu Minyak