Kisah Ashabul Kahfi dan Masjid Ashabul Kahfi yang Berada di Perut Bumi

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Selasa, 29 Maret 2022 | 13:36 WIB
foto dari porsiwp.eumroh.com
foto dari porsiwp.eumroh.com

TINEMU.COM - Ashabul Kahfi adalah kisah agama Abrahamik (Samawi) yang menceritakan tujuh pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun.

Kisah ini terjadi sebelum zaman nabi Muhammad salallahu'alaihi wassalam. Para pemuda bersembunyi di dalam "Gua Rajib" sekitar 8 kilometer dari Amman, Yordania untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Dikyanus.

Raja Dikyanus (diyakini raja Decius) yang pada saat itu memerintahkan untuk membunuh orang yang menolak untuk menyembah berhala karena ingin mengembalikan ajaran agama Romawi kuno.

Ini dikisahkan dalam Al Quran dalam surah Al-Kahfi dan juga di Alkitab.

Menurut beberapa sejarawan Islam, ketujuh pemuda tersebut bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika, serta seekor anjing bernama Kithmir yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk surga.

Banyak yang berpendapat kisah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli Al-Qur'an dan Injil berpendapat mereka berasal dari Yordania.

Masjid Ashabul Kahfi di Tuban

foto dari travel.wego.com
foto dari travel.wego.com

Barangkali terispirasi oleh kisah Ashabul kahfi, di kota Tuban ada seorang pimpinan Pondok Pesantren membuat masjid di dalam sebuah goa.

Seperti dilansir dari dream.co.id. ide membuat masjid di perut bumi memang dicetuskan KH Subhan yang ingin memanfaatkan terowongan atau goa tandus tak terpakai menjadi Islamic Center.

Goa ini memiliki keindahan tersendiri karena pengunjung yang masuk akan disuguhkan dengan bongkahan-bongkahan stalagmit dan stalaktit yang telah kering.

Kemudian KH Subhan terpikir untuk mengubahnya menjadi tempat ibadah yang megah, dengan pilar, ukir-ukiran, serta dengan penerangan samar-samar saja. Puluhan anak tangga berhiaskan marmer menjadi penghubung antara satu ruang dengan ruang lainnya.

Baca Juga: Munggahan, Tradisi Masyarakat Sunda Jelang Ramadhan. Berdoa, Makan Bersama dan Saling Memaafkan

Kota Tuban merupakan salah satu kota yang masuk dalam perlintasan jalur pantai utara (Pantura). Menjadi wilayah perbatasan antara Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah, Tuban juga dikelilingi pantai yang membentang di sepanjang jalan provinsi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: dream.co.id, wikipedia.org

Tags

Rekomendasi

Terkini

Serigala yang Memilih Kembali ke Hutan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ketika Opini Publik Dianggap Lebih Esensial

Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bilal: Suara Azan yang Bergetar oleh Cinta

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:26 WIB

Puasa: Ibadah Rahasia yang Disimpan Langit

Kamis, 5 Maret 2026 | 21:19 WIB
X