Nonton Siksa Kubur atau Badarawuhi, Nih?

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Kamis, 18 April 2024 | 16:35 WIB
Poster Film Siksa Kubur (Tangkap Layar dari X)
Poster Film Siksa Kubur (Tangkap Layar dari X)

TINEMU.COM - Pertanyaan ini beberapa hari terutama di seputar Idul Fitri kemarin terdengar (tepatnya terbaca) di beberapa media sosial.

Hal ini karena dua film yang memang diagendakan untuk meraup keuntungan itu tayang serentak pada hari lebaran tahun 2024 ini.

Dua film bergenre horor tersebut masing-masing punya dua kekuatan yang menjadi magnet bagi para pecinta film horor (Indonesia). Yang pertama dari sisi sutradaranya.

Siksa Kubur disutradarai oleh Joko Anwar, yang punya kekhasan dalam membuat film yaitu ceritanya yang tidak biasa.

Baca Juga: Chin-Chin, Band Noise Pop yang Terlupakan

Track record Jokan, demikian dia sering disebut orang, sudah terbukti sejak debutnya "Janji Joni" hingga yang sebelum "Siksa Kubur" yaitu "Pengabdi Setan 2: Communion" (yang rencananya akan jadi trilogi dengan munculnya "Pengabdi Setan 3").

Sedangkan film "Badarawuhi di Desa Penari" disutradarai oleh Kimo Stamboel (M. Maliki Stamboel) yang terkenal dengan beberapa film horor besutannya, seperti "Ivana" dan "Sewu Dino."

Kekuatan lain dari masing-masing film adalah hal yang mendahului lahirnya film tersebut, baik "Siksa Kubur" maupun "Badarawuhi di Desa Penari."

Baca Juga: Film The Beatles 'Let it Be' Siap Tayang 8 Mei 2024!

"Siksa Kubur" sudah diniatkan oleh Jokan sejak 2012 lalu dengan membuat sebuah film pendek berjudul sama yang ditayangkan di YouTube dan disaksiksan lebih dari 900 ribu kali.

Sedangkan "Badarawuhi..." jelas didahului dengan film "KKN di Desa Penari" yang bisa tembus sampai 10 juta penonton.

Dua hal besar itu yang kemudian memancing para penonton untuk datang ke bioskop baik untuk menonton "Siksa Kubur" ataupun "Badarawuhi..." sampai-sampai sebuah situs jajak pendapat menjadikan hal ini sebagai data yang perlu disajikan secara khusus.

Baca Juga: Nobar Film 'Serambi' sambil Merayakan Setengah Abad Perjalanan Karier Christine Hakim

Ketika berita ini dituliskan, kedua film tersebut sudah mendapatkan lebih dari 1 juta penonton, yang membuktikan bahwa keduanya masih mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia.

Kembali kepada pertanyaan dari dua film ini mana yang mau ditonton, sebenarnya itu lebih kepada soal waktu dan dana saja. Dan jika disingkat, mengingat "waktu adalah uang" maka faktor utamanya adalah soal waktu belaka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X