Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 Siap Jelajahi 7 Kawasan Kearifan Lokal

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 2 Mei 2024 | 06:17 WIB
Kemendikbudristek akan menggelar Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 menggunakan KRI Dewa Ruci. (kemdikbud.go.id)
Kemendikbudristek akan menggelar Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 menggunakan KRI Dewa Ruci. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud) bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut akan menggelar pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 dengan menggunakan KRI Dewa Ruci.

Pelayaran bertajuk “Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024” ini bertujuan mengangkat khazanah budaya bertema “Jalur Rempah dan Konektivitas Kebudayaan Melayu”.

Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 ini akan berlangsung di 7 titik, mulai dari Jakarta pada 5 Juni 2024 dan kembali ke Jakarta pada 17 Juli 2024.

Baca Juga: Lagu Baru Asila Maisa Kisahkan Tentang Kehilangan dan Harapan

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, mengatakan bahwa pelayaran ini akan melewati titik-titik yang mengandung sejarah perdagangan dan budaya penting akan simbol keterhubungan daerah serta konektivitas sejarah melalui Jalur Rempah.

Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) dapat menjadi wahana untuk mengaktifkan kembali Jalur Rempah, menghubungkan titik perdagangan rempah, dan mempererat ikatan budaya antarwilayah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahap pendaftaran untuk mendapatkan peserta terpilih yang tersebar di seluruh Indonesia dengan rentang umur 18 hingga 40 tahun. Seleksi terbuka dilakukan secara daring pada 22 Maret – 5 April 2024.

Baca Juga: PTKIS Sering Dipandang Sebelah Mata, SEVIMA dan Kemenag Dorong Peningkatan Kualitas Kampus Islam Swasta

Saat ini telah terpilih 75 Laskar Rempah untuk mengikuti MBJR 2024. “Selain itu, pelayaran ini juga menjaring 75 peserta undangan yang terdiri dari pewarta, fotografer, pegiat film, penggerak komunitas, dan peneliti yang dipilih oleh tim Kemendikbudristek,” ujarnya.

Irini menambahkan, pada Mei 2024 para peserta terpilih akan mendapatkan pembekalan dan lokakarya oleh para fasilitator dan narasumber.

Pembekalan materi meliputi dari perspektif sejarah, arkeologi, antropologi, oseanografi, sosial, seni, dan budaya maupun tentang Cagar Budaya (CB), dan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang relevan.

Baca Juga: Sejarah Singkat Lahirnya May Day

Laskar Rempah diharapkan akan menambah wawasan untuk mengaktualisasi diri saat kegiatan berlangsung maupun pasca kegiatan.

Pelayaran akan menyusuri tujuh titik Jalur Rempah, yaitu Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Melaka di Malaysia, Tanjung Uban, Lampung, dan berakhir di Jakarta,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X