Tusita, Zita, Clasutta. Tiga Perupa Muda D-Gallerie di Ajang ArtMoments 2024

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Senin, 12 Agustus 2024 | 20:34 WIB
Tusita, Zita dan Clasutta, 3 perupa muda yang ikut merayakan gelaran ArtMoments 2024. Dok Zabidi Sayidi
Tusita, Zita dan Clasutta, 3 perupa muda yang ikut merayakan gelaran ArtMoments 2024. Dok Zabidi Sayidi

TINEMU.COM - ArtMoments Jakarta 2024 telah usai. Hajatan besar senirupa selama tiga hari yang mengusung tema “Renewal” di Grand Ballroom Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel itu dimeriahkan oleh para perupa, penggemar seni dan kolektor.

“Renewal” sebuah tema yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia, mencakup pertumbuhan pribadi, transformasi sosial, pembaruan budaya, kemajuan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.

“ArtMoments menghadirkan platform dinamis dan mendalam bagi para galeri seni dan seniman untuk mengeksplorasi tema ‘Renewal’ yang multidimensional,” kata Dr. Sendy Widjaja, Co-Founder dan Fair Director.

Acara ini dirancang untuk menginspirasi, menantang, dan merayakan segala bentuk pembaruan, menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang transformasi dan pertumbuhan di ranah pribadi, sosial, dan lingkungan.

Di ajang ArtMoments 2024 di Jakarta kali ini yang diikuti 40 Galeri di mana salah satunya adalah D-Gallerie. Di antara artis muda perupa yang ikut memamerkan karyanya di sana, ada tiga perupa wanita muda yaitu Zita Nuella, Clasutta dan Tusita Mangalani.

Dua karya Tusita Autums Cryptic dan Starry Cliff, keduanya uk 60 x 90 cm, acrylic pain, beads and threads on canvast
Dua karya Tusita Autums Cryptic dan Starry Cliff, keduanya uk 60 x 90 cm, acrylic pain, beads and threads on canvast

Menyimak karyanya ke tiganya mencoba menyampaikan pesan, baik yang bersifat personal maupun interaksi sosial setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari.

 "Autumn's Cryptic" adalah karya Tusita Mangalani. Bercerita tentang perjuangan dalam melangkah menggapai impian, semakin besar sebuah impian semakin banyak juga yang mengawasi langkah kita. Namun kita tetap berfokus pada tujuan dengan keyakinan yang kuat dan berhati2 dalam melangkah.

Kemudian karya ke dua Tusita bertajuk "Starry Cliff", bercerita bahwa ambisi seseorang untuk mampu mengejar mimpinya adalah hal yang sangat indah, namun ini juga bukanlah hal yang mudah, atau bahkan bisa berbahaya kalau tidak hati2. Dalam menjalani semuanya, keyakinan dan tekad untuk terus berjuang harus tetap terjaga. Papar Tusita.

Disi sisi lain Zita Nuella ingin bercerita tentang percakapan mimpi.

Mimpi merupakan pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra dalam tidur.

Peristiwa dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. 

Mimpi terjadi pada tahap kecepatan pergerakan mata ketika tidur, di mana aktivitas otak tinggi dan seolah-olah dalam keadaan terbangun. Pendapat mengenai makna mimpi bervariasi berdasarkan waktu dan budaya.

Bagi penggemar Teori Freud, kebanyakan setuju dengan makna penglihatan dalam mimpi merupakan penampakan dari hasrat dan emosi yang tersembunyi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X