Tindakan ini melambangkan melepas tahun lama dan menyambut tahun baru. Angin malam yang masuk diyakini membawa energi baru dan keberuntungan.
- Tradisi Memberi "Hong Bao" Digital
Di era modern, pemberian angpao atau "hong bao" kini telah bertransformasi. Di Tiongkok, banyak orang menggunakan aplikasi digital seperti WeChat untuk mengirim angpao elektronik.
Meskipun digital, tradisi ini tetap mempertahankan esensinya, yaitu berbagi keberuntungan dan doa baik.
- Ritual Menyembah Dewa Dapur
Sebelum Imlek, masyarakat Tionghoa di beberapa daerah memiliki tradisi menyembah Dewa Dapur (Zao Jun). Dewa ini dipercaya mengawasi tingkah laku keluarga selama setahun dan melaporkannya kepada Kaisar Langit.
Untuk "membujuk" Dewa Dapur agar memberikan laporan baik, keluarga biasanya memberikan persembahan berupa makanan manis seperti permen atau kue.
- Perjalanan Pulang yang Masif
Imlek menjadi momen mudik terbesar di dunia, dikenal sebagai "Chunyun" di Tiongkok. Jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk berkumpul dengan keluarga mereka.
Fenomena ini sering kali menciptakan lonjakan besar pada transportasi umum, sehingga perjalanan pulang untuk Imlek menjadi salah satu tradisi paling unik dan penuh tantangan.
- Melukis Simbol Kebahagiaan
Di beberapa wilayah, masyarakat melukis simbol "Fu" (kebahagiaan) di pintu atau jendela rumah mereka. Menariknya, simbol ini sering kali digantung terbalik.
Dalam bahasa Tionghoa, "terbalik" terdengar seperti "datang," sehingga menggantung simbol kebahagiaan terbalik melambangkan kebahagiaan yang akan datang.
- Permainan Tebak Teka-Teki
Selama perayaan Imlek, beberapa keluarga atau komunitas mengadakan permainan tebak teka-teki (dikenal sebagai "caidengmi"). Permainan ini biasanya diadakan saat Festival
Lampion dan bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih meriah sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga atau tetangga.
- Membakar Uang Kertas Palsu
Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, masyarakat Tionghoa memiliki tradisi membakar uang kertas palsu atau "uang arwah." Tradisi ini dilakukan untuk memastikan leluhur mereka memiliki "bekal" yang cukup di alam baka.
Meskipun terlihat sederhana, tradisi ini memiliki makna mendalam tentang penghormatan dan hubungan spiritual.
Tradisi Imlek di Tiongkok memiliki banyak sisi unik yang jarang diketahui oleh masyarakat luas. Di balik perayaan yang meriah, terdapat nilai-nilai budaya dan filosofi yang sangat kaya.
Dengan memahami tradisi-tradisi ini, kita dapat lebih menghargai keindahan budaya Tionghoa dan semangat yang dibawa oleh perayaan Tahun Baru Imlek. Selamat Tahun Baru Imlek! Gong Xi Fa Cai!***