Transformasi Pengelolaan Cagar Budaya
BNPB menilai Indonesia perlu melakukan transformasi dalam pengelolaan cagar budaya. Pendekatan yang selama ini cenderung reaktif harus bergeser menjadi berbasis mitigasi risiko.
Langkah yang diusulkan meliputi inventarisasi dan pemetaan risiko berbasis data spasial, penguatan struktur bangunan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan sistem pemantauan berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK dinilai menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform. Dengan pendekatan ini, cagar budaya tidak hanya dilindungi, tetapi dikelola secara adaptif terhadap ancaman bencana.
Baca Juga: Hermawan Kartajaya: AI Bisa Menghapus Diferensiasi, Ini Solusinya
Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga. Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama.***
Artikel Terkait
Polri Berangkatkan Personil ke Daerah Bencana Aceh dan Sumatera
Man Sinner Rilis Karya Spontan Terhadap Bencana Banjir Sumatra dan Aceh
Peduli Bencana Sumatera, YAICI Bersama Mitra Salurkan Donasi untuk Pemenuhan Gizi Anak
Edukasi Gizi Balita Pascabencana Diperkuat, YAICI Lanjutkan Edukasi di Daerah Bencana
Bertemu Kemensos, YAICI Dorong Edukasi Gizi dan Pemulihan Psikologis Anak di Wilayah Bencana