Selain itu, subjek penelitian ini juga melibatkan Kepala Dinas Pariwisata; Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY; Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DIY.
Baca Juga: The Lennon Report : Menit Akhir Kematian Sang Legenda
Mereka juga berupaya mengkaji falsafah hamemayu hayuning bawana dalam sudut pandang pelaku pariwisata yang dilakukan dengan mengadakan wawancara secara mendalam bersama Bobby Ardyanto Setyo Aji, selaku ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).
Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan para pelaku wisata di Yogyakarta atas nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah hamemayu hayuning bawana. Proses pengambilan data ini dilaksanakan sejak bulan Juni hingga akhir bulan September 2023.
Dengan semua data yang telah dikantongi oleh tim ini diharapkan mampu menjadi modal awal bagi perumusan strategi dan kebijakan regenerative bagi kepariwisataan di Yogyakarta yang mengacu pada falsafah hamemayu hayuning bawana sebagai nilai lokalitas yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Jawa.***