TINEMU.COM - MotoGP tak lama lagi akan digelar di Mandalika International Street Sirkuit, Nusa Tenggara Barat, 20 Maret 2022. Lebih 4500 tiket telah habis terjual. Kehadiran Sirkuit Mandalika dengan fasilitas jalan Bypass Bill sepanjang 17,36 km menuju Bandara BIL, semakin menjulangkan nama Lombok ke penjuru dunia.
Selain itu kehadiran Sirkuit Mandalika telah memberi berkah bagi warga Lombok. Seperti kehadiran puluhan ribu orang dalam ajang WSBK tahun lalu. Seperti yang diakui Umi Amah, pemilik kedai makanan dan minuman di sekitar Sirkuit Mandalika. Selama tiga hari digelarnya acara ia berhasil menjual lebih 20 karton mi siap seduh dan lebih 25 karton air minum dalam kemasan 600 ml.
Juga bagi Badrun 36 tahun penjual penjual kaos bermotif Sirkuit Mandalika, wajah para pembalap WSBK dan MotoGP berikut tunggangan mereka, tampil dengan warna-warna cerah. Kaos seharga 100 ribu hingga 15o ribu itu laris manis.
Baca Juga: Borobudur Edupark, Wahana Eksplorasi Misteri Relief Candi Borobudur
Tak jauh dari Sirkuit Mandalika, tepatnya sekitar jarak tak lebih 15 km, melewati jalan lama di perbukitan kita akan sampai di Desa Wisata Ende dan Desa Wisata Sade.
Desa suku adat Sasak yang telah lama dikenal masyarakat dunia. Terutama yang paling memikat darinya adalah bangunan rumah adatnya.
Banyak hal yang membuat rumah adat Lombok ini begitu memikat wisatawan, hingga Desa Sade menjadi salah satu ikon wisata populer di Lombok Tengah.
Berikut ini 7 fakta unik yang membuat rumah adat Sasak begitu kuat menarik perhatian wisatawan.
1. Bale Berarti Rumah dalam Bahasa Sasak
Dikenal sebagai Rumah Bale. Sebenarnya rumah adat Suku Sasak cukup beragam. Kata bale sendiri sebenarnya merupakan sebutan "rumah" dalam bahasa Sasak. Ini berbeda dengan kata kata joglo yang merupakan nama rumah adat di Jawa Tengah atau tongkonan (rumah adat Toraja).
Populernya kata bale sebagai nama rumah adat Lombok sepertinya karena pengakuan resmi Kemendikbud terhadap salah satu rumah adat Lombok - yaitu Bale Lumbung - sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Kata bale lantas kemudian dianggap sebagai nama rumah adat suku Sasak.
Baca Juga: Gus Baha : Kata Allah, Aku Itu Menurut Persangkaan Hamba-Ku
2. Arsitektur Vernakular
Adalah gaya arsitektur yang dikembangkan sesuai dengan sumber daya dan kebutuhan lokal serta mencerminkan tradisi setempat. Demikian halnya dengan rumah bale suku Sasak. Selain bahan bangunan yang berasal dari alam tempat tinggal suku Sasak, juga bentuk bangunan yang mencerminkan keyakinan dan nilai yang dianut suku ini.
Artikel Terkait
Kalabba Madja Bukit Bertabur Warna, Kawasan Eksotis Penuh Pesona dan Aura Mistis di NTT
Wisata Pantai Lombok Makin Mendunia dengan Hadirnya Sirkuit Mandalika
Jelang Gelaran Moto-GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Tiket Termahal Seharga 15 juta Ludes Terjual