Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Rumah Adat Suku Sasak Lombok

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Selasa, 11 Januari 2022 | 09:04 WIB
foto tangkap layer www.99.co
foto tangkap layer www.99.co

TINEMU.COM - MotoGP tak lama lagi akan digelar di Mandalika International Street Sirkuit, Nusa Tenggara Barat, 20 Maret 2022. Lebih 4500 tiket telah habis terjual. Kehadiran Sirkuit Mandalika dengan fasilitas jalan Bypass Bill sepanjang 17,36 km menuju Bandara BIL, semakin menjulangkan nama Lombok ke penjuru dunia.

Selain itu kehadiran Sirkuit Mandalika telah memberi berkah bagi warga Lombok. Seperti kehadiran puluhan ribu orang dalam ajang WSBK tahun lalu.  Seperti yang diakui Umi Amah, pemilik kedai makanan dan minuman di sekitar Sirkuit Mandalika. Selama tiga hari digelarnya acara ia berhasil menjual lebih 20 karton mi siap seduh dan lebih 25 karton air minum dalam kemasan 600 ml.

Juga bagi Badrun 36 tahun penjual penjual kaos bermotif Sirkuit Mandalika, wajah para pembalap WSBK dan MotoGP berikut tunggangan mereka, tampil dengan warna-warna cerah. Kaos seharga 100 ribu hingga 15o ribu itu laris manis.

Baca Juga: Borobudur Edupark, Wahana Eksplorasi Misteri Relief Candi Borobudur

Tak jauh dari Sirkuit Mandalika, tepatnya sekitar jarak tak lebih 15 km, melewati jalan lama di perbukitan kita akan sampai di Desa Wisata Ende dan Desa Wisata Sade.
Desa suku adat Sasak yang telah lama dikenal masyarakat dunia. Terutama yang paling memikat darinya adalah bangunan rumah adatnya.

Banyak hal yang membuat rumah adat Lombok ini begitu memikat wisatawan, hingga Desa Sade menjadi salah satu ikon wisata populer di Lombok Tengah.

Berikut ini 7 fakta unik yang membuat rumah adat Sasak begitu kuat menarik perhatian wisatawan. 

foto tangkap layer dari exovillage.com
foto tangkap layer dari exovillage.com

1. Bale Berarti Rumah dalam Bahasa Sasak

Dikenal sebagai Rumah Bale. Sebenarnya rumah adat Suku Sasak cukup beragam. Kata bale sendiri sebenarnya merupakan sebutan "rumah" dalam bahasa Sasak.  Ini berbeda dengan kata kata joglo yang merupakan nama rumah adat di Jawa Tengah atau tongkonan (rumah adat Toraja).

Populernya kata bale sebagai nama rumah adat Lombok sepertinya karena pengakuan resmi Kemendikbud terhadap salah satu rumah adat Lombok - yaitu Bale Lumbung - sebagai Warisan Budaya Tak Benda.  Kata bale lantas kemudian dianggap sebagai nama rumah adat suku Sasak.

Baca Juga: Gus Baha : Kata Allah, Aku Itu Menurut Persangkaan Hamba-Ku

2. Arsitektur Vernakular

Adalah gaya arsitektur yang dikembangkan sesuai dengan sumber daya dan kebutuhan lokal serta mencerminkan tradisi setempat. Demikian halnya dengan rumah bale suku Sasak.  Selain bahan bangunan yang berasal dari alam tempat tinggal suku Sasak, juga bentuk bangunan yang mencerminkan keyakinan dan nilai yang dianut suku ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X