Viral Es Teh Jumbo di TikTok, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan Menurut Ahli Gizi RS UNS

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 14 Januari 2022 | 16:54 WIB
Video Viral TikTok Minum Es Teh
Video Viral TikTok Minum Es Teh

TINEMU.COM - Video seorang pria membawa es teh yang dibungkus plastik berukuran jumbo viral di media sosial TikTok. Sambil minum es teh jumbo, pria itu membuat parodi video klip lagu "Yang Terdalam" dari grup musik NOAH.

Minum es teh jumbo yang viral di TikTok tampak asyik dan menyegarkan. Namun, mengonsumsi es teh jumbo, apalagi dengan tambahan banyak gula, tidak baik bagi kesehatan.

Hal ini dijelaskan oleh ahli gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asyari Mia Lestari, S.Gz.

Baca Juga: Saluran Irigasi dari Bendungan Bintang Bano Bisa Dimanfaatkan untuk Membuka Lahan-Lahan Pertanian Baru

“Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia,” ujar Mia, dikutip Tinemu.com dari website uns.ac.id pada Jumat, 14 Januari 2022.

Untuk kandungan gulanya, Mia memperkirakan dalam satu bungkus es teh jumbo yang berisi 2-3 liter mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram.

Takaran ini disebut Mia melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Baca Juga: Hadfana Firdaus, Pria Penendang Sesajen Semeru Minta Maaf

Karena itu, Mia menilai es teh jumbo dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes melitus karena kandungan gula yang tinggi.

“Batasan konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara 4 sendok makan sehari,” terang Mia.

Agar risiko terkena obesitas dan diabetes melitus tidak meningkat, ia merekomendasikan campuran Bahan Tambahan Pangan (BTP) sebagai pemanis dalam es teh jumbo.

Baca Juga: Komika Fico Fachriza Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Tapi, tidak semua BTP bisa dicampurkan ke dalam es teh jumbo. Pasalnya, BTP terdiri dari pemanis alami dan buatan yang tidak bisa dikonsumsi beberapa orang orang.

Ia menjelaskan, BTP pemanis alami memiliki toksisitas yang sangat rendah. Sementara itu, beberapa BTP pemanis buatan memiliki batasan.

“Misal sakarin 0-5 mg/kg berat badan. BTP pemanis buatan tidak dapat digunakan pada produk pangan yang khusus diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, ibu hamil dan/ atau ibu menyusui,” jelas Mia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Sumber: uns.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X