Menparekraf Apresiasi Buku Biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
Peluncuran buku biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati berjudul Laksana Manut Sasana, di Puri Agung Ubud, Bali, pada Sabtu, 15 Januari 2022. (kemenparekraf.go.id)
Peluncuran buku biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati berjudul Laksana Manut Sasana, di Puri Agung Ubud, Bali, pada Sabtu, 15 Januari 2022. (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi peluncuran buku biografi Tjokorde Gde Rake Soekawati bertajuk Laksana Manut Sasana.

Buku ini menjadi salah satu upaya memberikan semangat juang dalam menghadapi situasi pandemi, sehingga kebangkitan ekonomi Bali dapat terwujud.

Almarhum Tjokorde Gde Rake Soekawati merupakan salah seorang putra terbaik Bali yang memberikan kontribusi dalam perkembangan seni dan budaya Bali, serta berdampak besar pada peningkatan pariwisata.

Baca Juga: Kampus ITB Hadir di Cirebon, Hari Ini Perkuliahan Tatap Muka Dimulai

Karena pengaruhnya, pada 10 November 2015, ia menerima penghargaan tertinggi Parama Bakti Pariwisata Kabupaten Gianyar.

“Saya atas nama pemerintah pusat sangat menyambut baik terbitnya buku biografi almarhum Tjokorde Gde Rake Soekawati berjudul Laksana Manut Sasana,” kata Menparekraf, saat memberikan sambutan di acara Peluncuran Buku Laksana Manut Sasana, di Puri Agung Ubud, Bali, pada Sabtu, 15 Januari 2022.

“Tadi saya bertanya apa artinya dan ini ternyata artinya adalah sebuah ungkapan yang penuh dengan kearifan, sarat dengan kisah, memiliki inspirasi perjalanan hidup, sepak terjang beliau, baik dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara selama hidupnya, maupun juga bagi Bali,” imbuh Sandiaga, dikutip Tinemu.com dari website kemeparekraf.go.id.

Baca Juga: The Last Kingdom Season 5 Rilis Tahun 2022, Putra Bungsu Uhtred Kembali?

Peluncuran buku ini juga sekaligus memperingati hari kelahiran Tjokorde Gde Rake Soekawati yang ke-123. Dalam perjalanan hidupnya, Tjokorde Gde Rake Soekawati tercatat sebagai satu-satunya Presiden Negara Indonesia Timur.

Ia menjabat dari tahun 1946 hingga pembubaran Negara Indonesia Timur pada 1950. Selain itu, ia juga tercatat sebagai punggawa Ubud, serta diplomat seni budaya.

Penyusunan buku Laksana Manut Sasana diinisiasi Yayasan Janahita Mandala Ubud yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendekatkan nilai-nilai kepeloporan almarhum kepada generasi masa depan. Penyusunannya melibatkan beberapa penulis dan peneliti serta melalui tahapan focus group discussion.

Baca Juga: Berpartisipasi di Forum Internasional, BRIN Promosikan Pengembangan Energi Nuklir Indonesia

“Saya ingin berterima kasih atas kolaborasi semua pihak pemangku kepentingan demi kebangkitan Bali, kebangkitan ekonomi. Kita memang masih di tengah pandemi, tapi kita harus mewujudkan upaya penguatan kembali sektor yang terdampak,” katanya.

Menparekraf secara tegas menyatakan bahwa pemerintah pusat berpihak kepada kepulihan Bali. Kita ingin bahwa semangat juang terus kita kobarkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X