Sa’di Shirazi, Sastrawan Persia yang Menginspirasi Victor Hugo dan Goethe

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Rabu, 21 September 2022 | 12:05 WIB
Foto dari ngopibareng.id
Foto dari ngopibareng.id

TINEMU.COM - Hari pertama bulan Ordibehesht Iran, dalam kalender hijriah matahari; bertepatan dengan 21 April tahun ini, di Republik Islam Iran diperingati sebagai hari peringatan bagi penyair terkenal Persia Shaikh Mosleh od-Din Sa'di Shirazi.

Seperti dilansir dari laman en.icro.ir, Sa'di Shirazi penyair terkenal dunia yang berkembang pada abad ke-13 ini memiliki keabadian di hall of fame sastra dunia dan salah satu puisinya bahkan menghiasi markas PBB di New York.

Banyak karya sastra Persia telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dunia. Meskipun demikian, tidak satu pun dari karya sastra terjemahan ini yang menarik perhatian orang Barat selain dua karya terkenal Syaikh Sa'di Shirazi, yaitu "Golestan" dan "Boostan".  

Dalam pandangan peneliti dan penerjemah kontemporer, Dr. Jalal Sattari, bahasa Persia yang kaya akan metafora, perumpamaan, dan penggambaran sastra, dan berbeda dari bahasa Eropa, terus menarik pengagum di Barat.  

Baca Juga: AWS Terapkan Budaya Inovasi untuk Kepentingan Pelanggan

Sa’di yang sering bepergian dan mengenal beragam budaya, menggunakan bahasa yang sederhana dalam karya-karyanya, berbeda dengan karya-karya sezamannya.

Oleh karena itu, kajian terhadap terjemahan karya Sa’di dalam bahasa lain sangat menarik bagi pembaca asing. Namun, kesederhanaan dan kelancaran karya sastra Sa'di tidak bisa menjadi satu-satunya alasan di balik popularitas internasionalnya.

Rahasia penting di balik ketenaran global ini adalah bahwa Sa'di membimbing pembaca menuju nilai-nilai halus, kebijaksanaan dan kehati-hatian yang pada prinsipnya didasarkan pada altruisme.  

Padahal, alasan utama di balik ketertarikan orang Barat, khususnya sastrawan Barat, terhadap karya-karya Sa’di adalah ajaran etika yang tertanam dalam karya-karyanya yang tidak memiliki motivasi selain altruisme dan penghormatan terhadap harkat dan martabat umat manusia.  

Baca Juga: Pemerintah Bertekad Percepat Konversi Motor BBM ke Motor Listrik

Sa'di benar-benar seorang penyair yang terkenal secara global, yang dimiliki oleh seluruh umat manusia. 

Penyair pertama yang karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa pada tahun 1634 M adalah Sa’di. Awalnya, Andre Dorier menerjemahkan buku Golestan ke dalam bahasa Prancis.  

Meskipun ada beberapa kekurangan dalam terjemahan ini, ini dianggap sebagai langkah pertama untuk mencapai tujuan ini.  

Setahun kemudian, dengan mengacu pada terjemahan bahasa Prancis dari buku ini, Golestan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, Latin, dan Inggris.  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Konser Dadakan Kembang Tahu

Selasa, 7 April 2026 | 00:02 WIB

Air Keras atau Asam Sulfat

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:30 WIB

Berpuasa Ramadan Tanpa Buka Puasa Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tanda Bahaya Itu Sudah Sejak Lama Berdentang...

Senin, 9 Februari 2026 | 05:45 WIB

Mengapa Kita Tidak Pernah Berinvestasi di Bidang Seni?

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:40 WIB

Kisah Pramugari Gadungan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:43 WIB
X