TINEMU.COM – Cianjur (9 januari 2023) – Sudah lebih dari satu bulan pasca gempa Cianjur bermagnitudo 5.6 mengguncang Kabupaten Cianjur. Gempa Cianjur 2022 yang disebabkan aktivitas sesar aktif lempeng Eurasia itu menelan korban sebanyak 602 jiwa dan menyebabkan lebih dari 150 ribu orang mengungsi.
Meskipun gempa Cianjur sudah cukup lama berlalu, namun suasana sibuk masih terlihat di salah satu titik pengungsian, Lapangan Jagaraksa Warungkondang. Puluhan tenda masih berdiri kokoh, berikut dengan fasilitas penunjang seperti dapur umum, mushalla darurat, dan fasilitas kebersihan.
Ibu-ibu pengungsi gempa Cianjur yang tergabung dalam kelompok dapur kreasi pun masih sibuk memasak pesanan pelanggan yang datang silih berganti.
Kali ini, ada yang berbeda. Masyarakat korban gempa Cianjur berkumpul di bawah tenda-tenda di sisi barat lapangan. Masing-masing menggenggam identitas tanda pengenal. Sementara para petugas sibuk mengatur agar masyarakat tertib menunggu giliran.
Baca Juga: Gus Baha: Takdir Manusia Itu Suka Bertengkar, Jadi Ya Dinikmati Saja
Di salah satu tenda, petugas dari perbankan dengan sabar menuntun masyarakat membuka rekening tabungan. Di sebelahnya, terdapat kendaraan yang membawa mesin ATM keliling.
Tampak masyarakat dengan tertib mengantri untuk mengambil uang. Mereka, dengan seksama mendengarkan penjelasan petugas ATM mengenai cara tarik tunai di mesin teller otomatis.
Pada hari itu, Rabu (4/1), sebanyak 478 ahli waris menerima dana santunan untuk korban meninggal dunia yang disalurkan Kementerian Sosial. Masing-masing menerima santunan senilai Rp15 juta.
Salah satu ahli waris, Nisa Nurahmawati (23) mengaku proses pencairan berlangsung lancar dan mudah. Apalagi dengan kondisinya yang tengah mengandung, wanita yang berprofesi sebagai guru ini mendapatkan perhatian khusus dari petugas.
“Tadi ada pendaftaran di sana, dikasih nomor. Mungkin karena antriannya banyak, jadi ada yang kasian sama saya karena lagi hamil, langsung ke sana didaftarin, alhamdulillah dikasih kelancaran,” ujarnya.
Baca Juga: Betapa Menyebalkannya Akting Marthino Lio di Film The Big 4
Tragedi gempa Cianjur telah merenggut nyawa putrinya, Sasqiya Nurfadilah Kusnadi, yang baru berusia tiga tahun. “Waktu itu anak saya lagi tidur siang, habis main sama temannya, ada tiga orang, dan tiga-tiganya meninggal ketimpa dinding,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Rasanya seperti langit telah runtuh. Ia kehilangan putrinya dalam sekejap. Tak hanya itu, rumahnya rata dengan tanah. “Rumah rata dengan tanah, sekarang mengungsi, 95% rumah di desa saya rata dengan tanah,” kata warga Desa Benjot Kecamatan Cugenang.
Di tengah kedukaan, santunan setidaknya bisa sedikit membantu memenuhi niat meng-akikah-kan putrinya. Meskipun tidak wajib, ia tetap ingin melakukan itu untuk Sasqiya.