Gitaris Richie Faulkner Pernah Jualan Sosis di Swedia!

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Senin, 1 Januari 2024 | 21:32 WIB
IG Richie Faulkner Official @falconfaulkner
IG Richie Faulkner Official @falconfaulkner

 

TINEMU.COM- Pada tanggal 20 April 2011, Richie Faulkner resmi menggantikan K. K. Downing di band Judas Priest. Seorang teman, gitaris Pete Friesen, merekomendasikannya untuk bergabung dalam band tersebut.

Friesen dan Faulkner pernah bermain bersama dalam sebuah band cover Judas Priest di London bernama Metalworks, yang secara kebetulan namanya dicomot dari judul album kompilasi Judas Priest pada tahun 1993.

Ketika Faulkner mendapat telepon dari manajemen Judas Priest, dia mengira itu adalah lelucon. Setelah akhirnya gitaris bernama lengkap Richard Ian Faulkner itu yakin panggilan tersebut adalah asli, dia pergi ke rumah Glenn Tipton keesokan harinya. Mereka berdiskusi dan Faulkner memainkan beberapa lagu untuk Tipton dan Rob Halford di kediaman Tipton.

Baca Juga: Freddie Mercury Queen Ternyata Nama Aslinya Farrokh Bulsara

Faulkner kembali sekitar seminggu kemudian dan mereka, Tipton/Halford menawarinya untuk manggung. Penampilan pertama Faulkner dengan Judas Priest terjadi pada 25 Mei 2011 di acara TV American Idol, di mana band ini membawakan lagu Living After Midnight dan Breaking the Law. Album pertama Faulkner bersama Judas Priest adalah Redeemer of Souls yang dirilis pada tahun 2014.

Rob Halford dan Glenn Tipton memuji Faulkner sebagai orang yang menyelamatkan Judas Priest. "Mari kita hadapi itu, sampai batas tertentu, Richie menyelamatkan Judas Priest, karena jika kami tidak menemukannya pada saat yang genting ketika kami sedang mencari seorang pemain gitar, semuanya bisa berubah menjadi sangat berbeda," jelas Halford kepada Loudersound (2015).

Pada tahun 2015 Faulkner dianugerahi Dimebag Darrell Shredder Award oleh para pembaca majalah Inggris Metal Hammer pada acara tahunan Metal Hammer Golden Gods Awards. 9 Maret 2018, Judas Priest merilis album kedua mereka bersama Faulkner, Firepower, yang menduduki peringkat No. 5 di tangga lagu Billboard 200. 

Baca Juga: Mick Jagger dan Keith Richards Duo Pentolan The Rolling Stones

Faulkner menjalin hubungan dengan Mariah Lynch, putri dari gitaris George Lynch. Anak pertama pasangan ini, seorang anak perempuan, lahir pada 8 Juli 2020. Richard Ian Faulkner lahir di London, Inggris 1 Januari 1980. Dia sempat tinggal di Stockholm, Swedia, di mana ia pernah bekerja sebagai penjual sosis di sebuah resto cepat saji antara tahun 1995 dan 2000, dan belajar bahasa Swedia selama tinggal di negara tersebut.

@falconfaulkner
@falconfaulkner

"Black Sabbath, Deep Purple, Thin Lizzy, Iron Maiden, Judas Priest, UFO, Rainbow, dan Metallica inspirasiku di masa kecil, selain Jimi Hendrix, Brian May, David Gilmour, Eddie Van Halen, Dave Murray, Randy Rhoads, Zakk Wylde, Kirk Hammett, dan Michael Schenker yang juga mempengaruhi aku," ujar Faulkner. 

Faulkner mendapatkan gitar pertamanya saat ia berusia 8 tahun. Ayahnya bermain gitar dan merupakan penggemar Hendrix serta band-band seperti Black Sabbath dan Deep Purple, dan sering mengajarinya. Lagu pertama yang dia pelajari sampai selesai adalah single The Troggs pada tahun 1966, "Wild Thing."

Baca Juga: Kutipan-kutipan Noam Chomsky yang Membantu Pemilih Menentukan Calon Pemimpin Negeri

"Saat menonton rekaman konser Jimi Hendrix di Festival Pop Monterey pada tahun 1967 dan di Festival Pop Atlanta pada tahun 1970, saya mulai makin menekuni gitar," kenang Faulkner.

Ketika Faulkner berusia sekitar 13 tahun, dia berkawan dengan seorang pemilik toko musik lokal-tapi juga bermain dalam sebuah band yang meng-cover lagu-lagu Iron Maiden, Thin Lizzy, hingga UFO. Hubungan mereka ini menjadi pintu masuk pertama Faulkner ke dunia showbiz.

Faulkner bermain di band-band seperti Deeds, Voodoo Six (yang ia dirikan bersama bassis Tony Newton), Ace Mafia, Parramon, dan Lauren Harris Band. Band pertamanya yang dikontrak label rekaman adalah Deeds, dan album mereka yang berjudul Blown (2002) diproduseri oleh pemain bas Iron Maiden, Steve Harris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X