Eddie Van Halen Pernah Dibayar dengan 2 Kerat Bir!

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Senin, 3 Juni 2024 | 11:38 WIB
Eddie Van Halen Michael Jackson saat tur 'Thriller' (foto Newsweek)
Eddie Van Halen Michael Jackson saat tur 'Thriller' (foto Newsweek)

TINEMU.COM-Beat It single yang menduduki puncak tangga lagu dari album Michael Jackson tahun 1982 Thriller tidak akan terdengar sama tanpa Eddie Van Halen. Itu karena sang gitaris tidak hanya melakukan riff pada solo berdurasi 20 detik yang menambahkan kesan rock pada suara pop Jackson, tapi dia juga sepenuhnya mengaransemen ulang cara pembuatan lagu tersebut.

Dalam wawancara tahun 2012 dengan CNN , Eddie Van Halen berbicara tentang kontribusinya pada album Thriller dan mengungkapkan bagaimana dia terlibat dengan rekaman tersebut dan bagaimana proses rekamannya, bahkan bagaimana reaksi Michael Jackson terhadap lagu tersebut setelah dia mendapatkannya.

Menurut Van Halen, produser legendaris Quincy Jones meneleponnya, sebuah panggilan yang semula disumpahi oleh musisi tersebut (dianggapnya bercanda, ternyata benar) Quincy Jones menanyakan apakah dia ingin bermain di salah satu rekaman Jackson. Tentu saja, Eddie mengetahui siapa Michael Jackson, tetapi tidak sepenuhnya yakin bahwa sebenarnya Jones yang meneleponnya, jadi dia memberi tahu Quincy bahwa dia akan menemuinya di studio.

Baca Juga: 'Pusaka' film Horor Terbaru Rizal Mantovani Siap Tayang Juli 2024!


Jadi ketika Eddie tiba di studio, Jones dan Jackson sudah menunggunya. Eddie belum tentu siap untuk sesi ini, tapi dia siap membuat musik. "Michael pergi ke seberang aula untuk mengerjakan rekaman pidato anak-anak. Saya pikir itu 'ET' atau semacamnya. Jadi saya bertanya kepada Quincy, 'Apa yang Anda ingin saya lakukan?' Dan dia berkata, 'Apa pun yang ingin kamu lakukan.' Dan saya berkata, 'Berhati-hatilah saat Anda mengatakan itu. Jika Anda mengetahui sesuatu tentang saya, berhati-hatilah saat Anda mengatakan, 'Lakukan apa pun yang Anda inginkan!'" kata Eddie saat bercerita kepada CNN.

Setelah mendengarkan versi asli Beat It, Eddie bertanya apakah dia bisa mengubah beberapa bagian. Begitu dia mendapat izin, dia menyuruh para enginer untuk memotong satu bagian, memasukkan yang lain, dan setelah 10 menit selesai. Eddie melakukan improvisasi dua solo untuk lagu tersebut dan Michael Jackson kembali.

Karena tak begitu yakin dengan perubahan versi baru dari lagu tersebut, Eddie memberi tahu Jackson tentang perubahan tersebut. Menurut Van Halen, setelah Jackson mendengarkan versi barunya, dia berkata, "Wow, terima kasih banyak karena memiliki semangat untuk tidak hanya datang dan membuat solo, tapi juga benar-benar peduli dengan lagunya, dan membuatnya lebih baik!"

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Edaran Pembayaran Dam, Ini Besaran Biayanya

Satu jam dua krat bir yang menurut Quincy dan Eddie adalah pembayarannya--pekerjaan Eddie Van Halen di Beat It selesai dan sisanya menjadi sejarah musik. "Saya bahkan tidak berpikir saya dikreditkan dalam rekaman itu. Hanya tertulis, 'Guitar solo: Question Mark' atau Guitar solo: Frankenstein,'" kata Eddie.

Album Thriller dikerjakan oleh personil Toto termasuk riff Beat it yang dikerjakan gitaris Steve Lukather (Toto). Beat It kemudian menjadi lagu nomor satu di negara tersebut di Billboard's Top 100 selama tiga minggu berturut-turut pada tahun 1983. Rekaman tersebut memenangkan Michael Jackson untuk Record of the Year dan Best Male Rock Vocal Performance di Grammy Awards 1984.**

Sumber : Newsweek,6 Oktober 2020

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X