Sejarah Panjang Bioskop Indra yang Kini jadi Rumah Baru PKL Malioboro

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Kamis, 27 Januari 2022 | 22:02 WIB
Bioskop Indra. Foto: KITLV. C. 1935
Bioskop Indra. Foto: KITLV. C. 1935

TINEMU.COM - Setelah melalui berbagai kelokan dan tanjakan, Pemda DIY dan Pemkot Jogja mampu mewujudkan rencana membangun Eks bioskop Indra sebagai rumah baru para PKL Malioboro yang direlokasi.

Bioskop Indra Dulu Jadi Tempat Kongsi Para Sosialita; Warga Eropa, Pengusaha Tionghoa dan Bangsawan Keraton.

Bioskop Indra berdiri pada tahun 1916 dengan nama Al Hambra. Bioskop ini didirikan oleh Nederlandsch Indische Bioscoop Exploitatie Maatschapij.

Jika ada pertanyaan Gedung Bioskop apa yang pertama berdiri di jantung kota Jogja?. Jawabannya Bioskop Indra, bioskop yang terletak di pinggir Jalan Margamulya atau berada berhadapan dengan Pasar Beringharja.

Bioskop Indra (dulu Al Hambra) terdiri atas dua gedung dengan dua kelas yang berbeda, yaitu Al Hambra dan Mascot. Al Hambra diperuntukkan untuk kelas sosial tinggi, yaitu Eropa, pengusaha Tionghoa, dan bangsawan Keraton.

Sedangkan Mascot diperuntukkan bagi kelas sosial pribumi yang saat itu masih dipandang rendah.

Baca Juga: PKL Malioboro Jadi Pindahan, Semoga Betah di Tempat Baru!

Perubahan Nama Bioskop Al Hambra Jadi Bioskop Indonesia Raya (Indra)

Paska Indonesia merdeka, bioskop Al Hambra berganti nama menjadi Indra yang merupakan kepanjangan dari nama Indonesia Raya.

Terhitung sejak 1983, manajemen bioskop Indra dan bioskop Permata yang terletak di Jalan Sultan Agung beralih ke NV. PERFEBI, singkatan dari Peredaran Film dan Eksploitasi Bioskop Indonesia.

PERFEBI merupakan perusahaan yang menguasai lima belas bioskop yang tersebar di Yogyakarta, Banjar, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, dan beberapa kota lain di Jawa Tengah.

Masa kejayaan film-film Nasional meredup, berdampak pada surutnya aktivitas bisnis perfilman di Kota Yogyakarta, ditambah kemunculan bioskop modern di mal yang memutar film impor.

Pada akhirnya bioskop Indra dan banyak bioskop di daerah lain gulung tikar. Saat itulah aset tanahnya diambil alih oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: Segera Diumumkan! Siapakah Juara Sayembara Novel DKJ 2021?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: kemdikbud.go.id

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X