Mataram, Negeri Pembangun Candi: Candi Sewu Simbol Harmoni Masyarakat Budha dan Hindu (8)

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Rabu, 2 Maret 2022 | 12:44 WIB
Foto dari carrentalyogyakarta.com/sewu-temple/
Foto dari carrentalyogyakarta.com/sewu-temple/

TINEMU.COM - Candi Sewu terletak di Dusun Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 17 km dari Yogyakarta menuju Solo. Candi Sewu adalah kompleks candi yang terletak di dekat Candi Prambanan, kurang lebih 800 meter di sebelah selatan arca Rara Jongrang.

Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 oleh Rakai Panangkaran (746-784 M) dan Rakai Pikatan, raja-raja Kerajaan Mataram. Mataram berada di bawah pengaruh keluarga Syailendra yang beragama Buddha.

Para ahli memperkirakan bahwa Candi Sewu merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Buddha. Dugaan tersebut didasarkan pada kandungan prasasti batu andesit yang ditemukan di salah satu candi perwara.

Baca Juga: 1.896 Periset Kementerian dan Lembaga Resmi Bergabung ke BRIN

Patung, yang dikenal sebagai Manjusrigita, ditulis dalam bahasa Melayu Kuno berangka tahun Jawa 792. Prasasti batu itu menggambarkan ritual pemurnian prasada yang disebut Wajrasana Manjusrigrha pada tahun Jawa 714 (792 M).

Manjusri juga disebutkan dalam prasasti batu Kelurak tahun 782 M, ditemukan di dekat candi Lumbung.

Candi Seribu terletak di sebelah Candi Prambanan, menjadikannya bagian dari kawasan wisata Candi Prambanan. Kawasan ini juga memiliki Candi Lumbung dan Candi Bubrah.

Tidak jauh dari kawasan tersebut, terdapat beberapa candi lainnya, yaitu Candi Gana, sekitar 300 m ke arah timur, Candi Kulon, 300 m ke arah barat, dan Candi Lor, sekitar 200 m ke arah utara.

Candi Sewu, candi Budha terbesar kedua setelah Borobudur, dan candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, menunjukkan bahwa pada masa itu masyarakat Hindu dan Budha telah hidup berdampingan secara harmonis.

Candi Sewu memiliki empat pintu gerbang di sebelah timur, utara, barat, dan selatan yang mengarah ke pelataran luar, dan masing-masing dijaga oleh sepasang arca Dwarapala yang saling berhadapan.  

Foto dari latinamericanstudies.org/sew
Foto dari latinamericanstudies.org/sew

Dari pelataran luar ke pelataran dalam juga terdapat empat gerbang yang masing-masing dijaga oleh sepasang arca Dwarapala yang serupa dengan yang ada di gerbang luar. Masing-masing arca Dwarapala terbuat dari satu balok batu, diletakkan di atas alas persegi setinggi 1,2 m dengan satu kaki di lutut, yang lain ditekuk, dan satu tangan memegang gada.

Patung itu berdiri setinggi 2,3 m. Candi induk terletak di atas lahan berbentuk bujur sangkar seluas 40 m2, dikelilingi tembok batu setinggi 0,85 m. Candi ini berbentuk poligon dengan sudut 20 dan diameter 29 m.

Strukturnya berdiri setinggi 30 m dengan 9 atap yang masing-masing memiliki stupa di atasnya. Tubuh candi dibangun di atas platform setinggi 2,5 m. Bagian dasarnya dihiasi dengan relief bunga dalam vas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: Perpusnas

Tags

Rekomendasi

Terkini

Malioboro, Tempat Rindu Berjalan Pelan

Senin, 13 April 2026 | 16:22 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tak Ada Keraguan

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ermy Kullit, All That Jazz!

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:33 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Gudang Garam dan Buku

Kamis, 26 Maret 2026 | 17:39 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Kota dan Pembaca

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:17 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Menjual Lima Buku

Sabtu, 21 Maret 2026 | 19:10 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Bacaan Bertambah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:27 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Mewariskan Tulisan

Jumat, 20 Maret 2026 | 12:16 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jari dan Anak

Jumat, 20 Maret 2026 | 09:51 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Jawa Dibukukan

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:48 WIB

Perang Dagang di Nusantara pada Masa Lalu

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Radikal di Masa Kolonial

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Lima Halaman

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:03 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Tulisan dan Tua

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:07 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Buku Sesuai Kurikulum

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:53 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Puisi dan Penerbit

Rabu, 25 Februari 2026 | 11:29 WIB

Kolom Buku Belum Berlalu: Pertama dan Lengkap

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:15 WIB
X