TINEMU.COM - Cinco de Mayo yang berarti 5 Mei merupakan peringatan kemenangan rakyat Meksiko atas kolonialis Perancis dalam perang Puebla pada tahun 1862. Meski demikian, kemerdekaan Meksiko terjadi 50 tahun setelah peristiwa ini.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang peringatan Cinco de Mayo ini, teman Tinemu perlu menengok ke belakang beberapa peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah 5 Mei 1862 di Meksiko ini;
1. Terjadi perang saudara di Meksiko antara kaum konservatif dan kaum liberal yang disebut perang reformasi pada tahun 1858.
Kaum liberal pimpinan Benito Juárez, presiden mahkamah agung, berkuasa di Veracruz dan menguasai kota-kota pelabuhan. Mereka merancang suatu konstitusi baru yang bertujuan mengurangi kekuatan dan pengaruh gereja Katolik. Sementara, kaum konservatif yang dipimpin oleh Jenderal Félix Zuloaga mendapat dukungan dari Paus dan berkuasa di Mexico City.
Peperangan antar kedua kubu ini berlangsung cukup lama, di mana pada awal-awalnya kaum konservatif memenangi pertempuran. Tetapi, karena menguasai pelabuhan, kaum liberal bisa dengan cepat mendapat pasokan persenjataan.
Pada bulan Januari 1861, kaum liberal berhasil merebut Mexico City sementara kaum konservatif mundur untuk merancang pembalasan dendam. Meski Meksiko sudah menjadi satu kesatuan, dalam prakteknya gesekan antara kaum liberal dan kaum konservatif masih terjadi.
Baca Juga: Manfaatkan Fasilitas BRIN, PT. Kimia Farma Produksi Senyawa Bertanda dan Radiofarmaka
2. Pasukan dari Eropa menyerbu Meksiko
Perang saudara menyebabkan Meksiko bangkrut. Presiden Benito Juárez terpaksa menjual beberapa properti dari Gereja untuk menutupi kas negara tapi masih belum cukup untuk membayar utang puluhan juta dolar kepada para debitur asing. Sebagai langkah pembangunan, Benito Juárez menangguhkan pembayaran utang luar negeri selama 2 tahun.
Keputusan Juárez itu memancing reaksi negara-negara debitur. Inggris, Spanyol, dan Prancis mengirim pasukan dan berhasil mendarat di Veracruz tahun 1861. Kedatangan pasukan dari Eropa membuat Amerika Serikat juga bereaksi. Hal ini sesuai dengan Doktrin Monroe yang menyebutkan bahwa jika upaya negara-negara Eropa untuk menjajah atau melakukan campur tangan terhadap negara-negara di benua Amerika akan dipandang sebagai agresi.
Akibatnya, Inggris dan Spanyol mundur dari rencana itu. Namun Prancis dengan 6000 pasukannya tetap merangsek ke ibukota dengan bantuan kaum konservatif yang ingin membalas dendam pada kaum liberal.
3. Pertempuran di Puebla
Pasukan Prancis merupakan salah satu pasukan yang terbaik di dunia saat itu. Mereka terkenal tangguh dalam berbagai pertempuran di Asia Tenggara dan Afrika Utara. Persenjataan mereka lengkap, termasuk senapan yang bisa menembak dari jarak jauh.
Mereka tiba di Puebla pada tanggal 4 Mei 1862. Namun kepercayaan diri yang terlalu tinggi justru merugikan mereka sendiri. Penempatan artileri mereka tidak benar sehingga saat tanggal 5 Mei 1862 mereka melancarkan tiga kali serangan ke atas bukit, mereka pun harus mundur dengan jumlah korban yang banyak.
Baca Juga: Kolaborasi Le Minerale dan Aerostreet, Sepatu Daur Ulang Limbah Botol Plastik
Artikel Terkait
Opini Bandung Mawardi: Problematika Mencret, Urusan Mulut, Perut dan Toilet
Andika Mahesa : Dulu, Ada yang Ngaku Group Kangen Band dari 6 Kota (Bagian 2)
2 Mei 1611, Alkitab Terjemahan Raja James 1 Diterbitkan