TINEMU.COM - Dahulu kala, di sebuah tempat yang kini berada di wilayah Asia Tengah, terdapat sebuah wilayah yang disebut Baktria. Ia berada di antara Pegunungan Hindu Kush dan Sungai Oxus (sekarang umumnya disebut Sungai Amu Darya).
Belakangan ini, wilayah ini juga dinamai “Balkh”, diambil dari nama salah satu anak sungai Amu Darya.
Keluarga al-Baramikah dan Pergulatan Sejarah
Meskipun dulunya Baktria itu satu, namun di era modern kini wilayah tersebut terpecah-pecah menjadi banyak negara di Asia Tengah: Turkmenistan, Afghanistan, Uzbekistan, dan Tajikistan, ditambah sebagian dari apa yang sekarang disebut Pakistan.
Dua kota Baktria yang masih dianggap penting hingga saat ini adalah Samarkand (di Uzbekistan) dan Kunduz (di Afghanistan utara).
Bukti arkeologi dan catatan Yunani awal menunjukkan bahwa wilayah timur Persia dan barat laut India telah menjadi rumah bagi kerajaan Baktria yang terorganisir setidaknya sejak 2.500 SM, dan mungkin lebih lama lagi. Filsuf besar Zoroaster atau Zarathustra dikatakan berasal dari Baktria.
Baca Juga: Mengenang Harun Al Rasyid, Bidan Kelahiran Era Keemasan Islam (1)
Pada abad ke-6 SM, Kores Agung menaklukkan Baktria dan memasukan wilayah ini ke dalam Kekaisaran Persia atau Akhemenid. Ketika pada tahun 331 SM Raja Persia Darius III kalah dalam peperangan melawan Alexander Agung dari Yunani dalam Pertempuran Gaugamela (Arbela), Baktria mengalami kekacauan.
Karena perlawanan lokal yang kuat, tentara Yunani membutuhkan waktu dua tahun untuk memadamkan pemberontakan Baktria, tetapi kekuatan mereka sudah berada dalam titik yang paling lemah.
Pada akhirnya, seiring dengan berjalannya waktu, dan juga meninggalnya Alexander Agung yang tidak meninggalkan keturunan, kerajaan Persia bangkit kembali.
Di bawah kekuasaan Keluarga Sasaniyah yang dipimpin oleh kaisar pertama mereka, Ardashir I. Oleh para sejarawan kekaisaran ini sering disebut sebagai Neo-Persia (Persia Baru).
Ardashir begitu ambisius dan sangat cakap dalam memimpin. Di timur dia menginvasi India dan memungut upeti di Punjab, di utara dia mengalahkan Khurasan dan Balkh, dan dia menerima ketertundukan raja-raja Makran dan Asia Tengah.
Baca Juga: Dikelola Putra Putri Bangsa, Blok Rokan Alami Peningkatan Signifikan
Di barat dia mengalahkan tentara Romawi yang dipimpin Kaisar Severus Aleksander dan menduduki Armenia. Ardashir bukan hanya seorang penakluk tetapi juga seorang negarawan dan pembangun kekaisaran dan seseorang dengan wawasan yang luas.