TINEMU.COM - Teknologi kontainer dan Kubernetes merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam dunia cloud computing.
Teknologi Kontainer adalah cara untuk mengemas aplikasi dan dependensinya menjadi unit yang portabel dan ringan.
Sedangkan Kubernetes adalah sistem untuk mengelola, mengatur, dan menjalankan kontainer di berbagai lingkungan komputasi.
Kedua teknologi ini menawarkan berbagai keuntungan bagi pengembang dan perusahaan, seperti efisiensi, skalabilitas, kecepatan, dan fleksibilitas.
Di Indonesia, adopsi teknologi kontainer dan Kubernetes masih tergolong rendah, namun menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Menurut laporan dari Red Hat, perusahaan penyedia solusi berbasis open source yang mendukung pengembangan kontainer dan Kubernetes, hanya 18% perusahaan di Indonesia yang sudah menggunakan kontainer secara aktif, sedangkan 32% lainnya masih dalam tahap uji coba atau rencana.
Namun, 76% responden menyatakan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan penggunaan kontainer dalam dua tahun ke depan.
Salah satu faktor yang mendorong adopsi teknologi kontainer dan Kubernetes di Indonesia adalah kebutuhan akan transformasi digital yang semakin mendesak akibat pandemi Covid-19.
Banyak perusahaan yang harus beradaptasi dengan kondisi baru, seperti bekerja dari jarak jauh, meningkatkan layanan online, dan mengoptimalkan biaya operasional.
Baca Juga: Glenn Fredly The Movie : Ada Empat Sosok Wanita dalam Kehidupannya, Siapa Mereka?
Kontainer dan Kubernetes dapat membantu perusahaan mencapai tujuan tersebut dengan memungkinkan mereka untuk membangun, menyebarkan, dan mengelola aplikasi cloud-native yang lebih responsif, andal, dan hemat sumber daya.
Beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang sudah mengadopsi teknologi kontainer dan Kubernetes adalah Bank Rakyat Indonesia, Lintasarta, dan Hitachi Vantara.
Bank Rakyat Indonesia, salah satu bank terbesar di Indonesia, menggunakan kontainer dan Kubernetes untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi perusahaan.
Kontainer membantu bank ini untuk mempercepat proses pengembangan dan pengujian aplikasi, serta mengurangi downtime dan risiko keamanan.
Artikel Terkait
PT Ingram Micro Indonesia Ditunjuk Jadi Distributor Solusi Red Hat di Indonesia
Tren Red Hat di Indonesia di Tahun 2024
Red Hat dan Pengembangan Ekosistem Open Source di Indonesia
Solusi Inovatif Red Hat bagi Perusahaan-Perusahaan di Indonesia dalam Transformasi Digital
Pembaruan Terbaru Red Hat Enterprise Linux (RHEL) di Indonesia
Kemitraan Red Hat dengan Perusahaan-Perusahaan Lokal di Indonesia
Keamanan Data Perusahaan Memanfaatkan Red Hat