Reaktivasi Rel Kereta Lama di Jabar, Pemicu Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Wisatawan

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Jumat, 18 April 2025 | 14:57 WIB
Jembatan Cikacepit dibangun antara tahun 1913 hingga 1916 sebagai bagian dari jalur kereta api Banjar-Cijulang
Jembatan Cikacepit dibangun antara tahun 1913 hingga 1916 sebagai bagian dari jalur kereta api Banjar-Cijulang

TINEMU.COM - Setelah bertahun-tahun terbengkalai, rel-rel kereta api lama di Jawa Barat kembali bergeliat. Pemerintah pusat, bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pemerintah daerah, tengah mereaktivasi sejumlah jalur kereta yang sebelumnya tak lagi beroperasi.

Reaktivasi ini bukan hanya tentang membuka kembali jalur transportasi lama, melainkan juga menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata yang semakin dinamis.

Beberapa rel yang kini masuk dalam program reaktivasi antara lain jalur Cibatu–Garut, Banjar–Pangandaran–Cijulang, Rancaekek–Tanjungsari, dan Cianjur–Padalarang.

Rel-rel ini dulunya merupakan jalur penting bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat, namun lama tak terpakai karena berbagai kendala, seperti penurunan pengguna, perubahan tren transportasi, serta kondisi infrastruktur yang rusak berat.

Kini, dengan semangat pembangunan wilayah dan pemulihan pascapandemi, reaktivasi ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah dan memperluas akses wisata.

Kereta Jadi Pendorong Wisata Daerah

Kereta api memiliki keunggulan sebagai transportasi massal yang nyaman, efisien, dan terjangkau. Dengan reaktivasi jalur lama, destinasi wisata yang selama ini kurang terakses oleh transportasi umum bisa kembali ramai dikunjungi.

Contohnya adalah kawasan Pangandaran, yang terkenal akan pantai dan kekayaan alamnya. Jalur Banjar–Pangandaran yang direaktivasi akan menjadi pintu masuk strategis bagi wisatawan dari berbagai wilayah.

Jika sebelumnya wisatawan harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan melalui jalan darat, kini mereka memiliki opsi lebih cepat dan nyaman dengan kereta.

Menurut data dari Dinas Pariwisata Jawa Barat, tren pariwisata berbasis transportasi publik mulai meningkat, terutama setelah pandemi. Wisatawan tidak hanya mencari tujuan, tetapi juga pengalaman selama perjalanan.

Jalur-jalur kereta dengan pemandangan alam khas pegunungan dan pedesaan Jawa Barat menawarkan nilai tambah yang tak dimiliki moda transportasi lain.

Meningkatkan Ekonomi Warga Sekitar

Dampak dari reaktivasi rel kereta tidak berhenti pada dunia pariwisata. Kehadiran kembali jalur ini juga memicu aktivitas ekonomi warga sekitar stasiun dan lintasan kereta.

Seiring bertambahnya kunjungan wisatawan dan mobilitas penduduk, berbagai sektor pendukung mulai bergerak: warung makan, penginapan, jasa transportasi lokal, hingga pusat oleh-oleh.

Di Garut, sejak jalur Cibatu–Garut kembali beroperasi pada 2022, masyarakat sekitar mengaku merasakan perubahan positif. Stasiun yang dulu sepi kini kembali hidup, dan pelaku usaha kecil mendapatkan pasar baru dari para penumpang kereta.

Tidak sedikit pula warga yang kini menjadikan transportasi kereta sebagai alternatif perjalanan harian yang lebih murah dan cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Aldi Taher dan Unique Genuine Content

Kamis, 9 April 2026 | 15:02 WIB
X