TINEMU.COM - Quantum Temple merilis koleksi NFT 'Paths to Alango' yang menghadirkan ragam aspek unik dari warisan budaya Bali di masing-masing koleksi.
Peluncuran koleksi NFT 'Paths to Alango' dilakukan pada 21 Maret 2023 di L'Atelier des Lumières Paris, Prancis, sebagai acara side event dari Paris Blockchain Week 2023. Total ada 11 NFT yang diluncurkan dalam koleksi 'Paths to Alango'.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengapresiasi Quantum Temple yang telah merilis koleksi NFT 'Paths to Alango'.
Baca Juga: Mudik Naik Kereta Api? KAI Ingatkan Aturan Bagasi
"Ketika kami diperkenalkan pada Quantum Temple tahun lalu, kami tidak berpikir dua kali untuk memberikan dukungan penuh. Karena pada intinya, model baru ini memberikan nilai serta melindungi budaya dan budayawan atau seniman Indonesia," kata Angela pada Senin, 10 April 2023.
Koleksi perdana 'Paths to Alango' menyajikan Bali dalam 11 film etnografis orisinal yang tersedia dalam bentuk NFT yang dapat dikoleksi.
Setiap NFT mewakili aspek unik dari warisan budaya Bali, seperti tarian tradisional, kuil-kuil bersejarah, situs-situs warisan, serta filsafat yang ada di Bali. Semuanya difilmkan di lokasi dengan latar belakang lanskap budaya yang menakjubkan.
Baca Juga: Viral, Candaan Komeng Pada Abdel Achrian yang Tengah Berduka
Dengan melibatkan masyarakat setempat, antropolog, dan ahli warisan budaya, 'Path to Alango' menghasilkan NFT yang akurat dalam menggambarkan kekayaan budaya yang ada di Bali karena dirancang tidak hanya sebagai sumber pendapatan namun juga sebagai pemeliharaan warisan budaya, pelestarian, serta promosi pengetahuan dan komunitas leluhur Bali.
Dari 11 NFT yang diluncurkan, salah satu koleksi yakni 'Royal Topeng' berhasil mencatatkan sejarah dengan menghasilkan transaksi sebesar 97 ribu dolar AS hanya dalam waktu 15 menit.
"Hal ini mengingatkan kita bahwa hubungan manusia melalui kesenian dan budaya dapat dirasakan di era digital,” ucap Angela.
Baca Juga: Semen Indonesia Group Sosialisasi Peran BUMN
CEO dan Founder Quantum Temple, Linda Adami, mengatakan dari total transaksi koleksi tersebut sebesar 40 persen akan diberikan kembali kepada masyarakat Bali dan diabadikan melalui penggunaan teknologi blockchain.
Selain itu, 5 persen dari hasil lelang juga dialokasikan untuk dana dampak sosial guna membantu meningkatkan kesejahteraan komunitas.
Artikel Terkait
Heboh NFT di Media Sosial, Kominfo akan Awasi Transaksi Non-Fungible Token di Indonesia
Soulcops Jajaki Pengembangan Game NFT Berbasis Blockchain di Metaverse
Indra Lesmana Rilis Album Terbaru dalam Format NFT
Setelah Merambah NFT, Batik Semar Siap Hadir di Platform Metaverse