TINEMU.COM - Prodi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) merupakan salah satu prodi di UGM yang menjadi incaran calon mahasiswa di seluruh Indonesia. Prodi ini memiliki tingkat selektivitas yang cukup tinggi di UGM.
Pada 2024, jumlah pendaftar sebanyak 7.334 orang dengan acceptance rate 41,90%. Artinya, hanya satu pendaftar yang diterima dari setiap 41 pendaftar.
Prodi Manajemen FEB UGM dikenal tidak hanya karena popularitasnya, tetapi juga reputasi akademiknya yang terus terjaga. Prodi Manajemen menjadi salah satu prodi di FEB UGM yang masuk dalam lingkup terakreditasi oleh The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).
Baca Juga: 'Psykopat' Segera Tayang 6 Februari!
Selain itu, prodi ini juga mendapatkan akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Keunikan
Prodi ini memiliki keistimewaan dengan penerapan kurikulum berbasis 3C (Character, Competency, Contribution). Kurikulum ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar dapat berdaya saing di dunia kerja.
Kepala Program Studi S-1 Manajemen FEB UGM, I Wayan Nuka Lantara menjelaskan bahwa perubahan kurikulum ini ditujukan untuk mencetak lulusan yang mampu menyelesaikan tantangan bisnis dengan pendekatan multiperspektif.
Baca Juga: Ras Muhamad Rilis Single Kolaborasi 'Rebel Romance' Bersama Star Lars
“Kami ingin mahasiswa menguasai berbagai disiplin ilmu seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia agar siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.
Wayan menjelaskan implementasi dari kurikulum ini mahasiswa akan diarahkan untuk mengambil mata kuliah pembentukan karakter pada tahun pertama studi.
Empat semester berikutnya, mahasiswa akan masuk ke bidang kompetensi yang lebih spesifik yaitu di bidang manajemen dengan mengambil mata kuliah wajib fakultas dan mata kuliah pilihan.
Baca Juga: Enodimedjo Mengundang Para Musisi Unjuk Gigi di Program 'Musik Main-Main di Cipete'
Lalu, pada dua semester akhir mahasiswa diarahkan untuk kegiatan kontribusi nyata seperti dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata, magang, ataupun organisasi yang memperkuat keterampilan maupun menambah pengalaman.