TINEMU.COM - Di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) terdapat program percepatan studi atau dikenal dengan program fast track yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa mengambil studi S1 dan S2 sekaligus hanya dalam waktu lima tahun. Saat ini program fast track di FEB UGM telah dibuka untuk program Magister Sains Akuntansi.
Mahasiswa yang menjalani program fast track ini memiliki tantangan mengatur waktu menghadapi padatnya jadwal perkuliahan. Hal ini dirasakan oleh Anawinta Choirunnisa, mahasiswa program sarjana program studi akuntansi angkatan 2020 yang mengambil program fast track di tahun 2023.
Lalu bagaimana perjuangan Winta dalam menjalani program ini, yuk simak kisahnya!
Baca Juga: Mulai 1 Februari, KAI Akan Berlakukan Gapeka 2025
Mengejar Impian
Berkuliah di FEB UGM telah menjadi impian Winta sejak masa SMA. Begitu pertama kali menginjakkan kaki di kampus, ia merasa FEB UGM memiliki lingkungan yang mendukung pengembangan akademis dan pribadi.
“Selain kualitas pengajaran yang sangat diakui, FEB UGM juga menawarkan berbagai kesempatan menarik bagi mahasiswa untuk berprestasi di dunia profesional,” ungkapnya baru-baru ini.
Berawal dari keinginan untuk melanjutkan studi setinggi mungkin, Winta berambisi untuk melanjutkan ke program magister. Memasuki tahun terakhir berkuliah S1, ia mendapat informasi terkait program Fast Track di FEB UGM yang menjadi angin segar baginya.
Baca Juga: Sara Wijayanto dan David NOAH Hadirkan Single 'Mimpi'
“Awalnya tidak terlalu berharap karena waktu pendaftarannya cukup mepet dan mendadak, namun kesempatan seperti ini mungkin hanya datang sekali. Lagipula kalau mencoba juga nothing to lose, yang penting diusahakan dulu jadi tidak ada penyesalan," tuturnya.
Wina menjelaskan alasannya berjuang mengikuti program fast track. Alasan utama tentunya bisa meriah gelar sarjana dan master sekaligus dalam waktu lebih cepat dibandingkan dengan program reguler selain itu juga terdapat beasiswa.
Tantangan dan Strategi Mengatur Waktu
Menjalani studi di program sarjana dan magister dalam waktu yang sama bukanlah hal yang mudah untuk Winta. Ia mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi saat menjalani program fast track terkait pengelolaan waktu.
Baca Juga: 'Bayang Bayang Anak Jahanam' Siap Mencekam Bioskop 16 Januari !
Artikel Terkait
Kisah Inspiratif Mahasiswa FEB UGM yang Ikut KKN di Nusantara
37 Kata-Kata Inspiratif Bruce Lee Tentang Kehidupan
Lomba Mendongeng Inspiratif Bagi Siswa Disabilitas Netra Semarakkan Puncak BBS 2024
Kisah Inspiratif Syafika, Wisudawan Terbaik Magister Sains Manajemen FEB UGM
Kisah Inspiratif Tatsbita Ratqa Amany, Mahasiswa FEB UGM Bangun Bisnis Workshop Kreatif